Selasa, 15 Desember 2009

Fruktosa, Gula Yang Menyebabkan Diabetes Dan Penyakit Jantung

Fruktosa
Para ilmuwan telah membuktikan untuk pertama kalinya bahwa gula yang murah yang sering digunakan dalam ribuan produk makanan dan minuman ringan dapat merusak metabolisme tubuh manusia dan memicu terjadinya obesitas.

Fruktosa, pemanis yang berasal dari jagung, dapat menyebabkan pertumbuhan berbahaya dari sel-sel lemak di sekitar organ vital dan dapat memicu tahap awal diabetes dan penyakit jantung. Jenis gula ini semakin banyak digunakan sebagai pengganti gula yang lebih mahal seperti dalam yoghurt, kue, salad dan sereal. Bahkan beberapa minuman rasa buah yang katanya menyehatkan ternyata mengandung fruktosa.

Para ahli percaya bahwa fruktosa (yang secara alami ditemukan dalam beberapa buah) bisa menjadi faktor timbulnya diabetes pada anak-anak. Dan diperkirakan bahwa sekitar satu dari 10 anak di negara-negara maju akan mengalami obesitas pada tahun 2015.

Penelitian sebelumnya tentang dampak negatif fruktosa dilakukan pada tikus, namun percobaan pertama yang dilakukan pada manusia telah mengungkapkan masalah kesehatan yang serius.

Lebih dari 10 minggu, 16 relawan pada diet yang dikontrol secara ketat, termasuk fruktosa tingkat tinggi, menunjukkan adanya produksi sel-sel lemak baru di sekitar jantung, hati dan organ-organ pencernaan lainnya. Mereka juga menunjukkan tanda-tanda kelainan pengolahan makanan yang dikaitkan dengan diabetes dan penyakit jantung. Sukarelawan kelompok lain dengan diet yang sama, tetapi fruktosa digantikan dengan glukosa, tidak menunjukkan adanya masalah yang berarti bagi kesehatan.

Sukarelawan pada kedua kelompok ini diambil dari orang-orang yang memiliki berat badan yang sama. Namun, para peneliti di University of California yang melakukan penelitian tersebut mengatakan tingkat penambahan berat badan pada konsumen fruktosa akan lebih besar dalam jangka panjang.

Fruktosa bisa melewati proses pencernaan yang memecah gula, sehingga ketika sampai dalam hati komposisi fruktosa tetap utuh. Hal ini akan menyebabkan berbagai reaksi abnormal, termasuk gangguan terhadap mekanisme tubuh yang menginstruksikan organ tubuh apakah membakar atau menyimpan lemak.

Menurut Kimber Stanhope, seorang ahli biologi molekular yang memimpin penelitian, ini adalah bukti pertama bahwa fruktosa menyebabkan diabetes dan penyakit jantung dimana tidak terlihat perubahan tersebut pada sukarelawan yang mengkonsumsi glukosa.

Fruktosa alami terdapat sekitar 5% -10% dari berat semua jenis buah. Penggunaannya dalam makanan olahan berasal dari sebuah penemuan pada 1971 yang disintesis dari 55% fruktosa dan 45% glukosa dari jagung, membuat bahan lebih murah dan enam kali lebih manis daripada gula tebu.

Sirup tinggi fruktosa dari jagung, atau sirup glukosa-fruktosa, terdaftar sebagai bahan dalam banyak produk makanan dan minuman, meskipun hampir tidak mungkin bagi konsumen untuk mengetahui jumlah dan rasio fruktosa yang digunakan. Namun juru bicara Food and Drink Federation, sebuah grup perdagangan industri Inggris, menyangkal dan berkata: "Tidak masuk akal untuk menyorot satu bahan sebagai penyebab obesitas."

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar