Tampilkan postingan dengan label Jantung. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Jantung. Tampilkan semua postingan

Senin, 19 September 2011

Melihat Tanda Penyakit Jantung Lewat Kelopak Mata

Artikel Kesehatan - Melihat Tanda Penyakit Jantung Lewat Kelopak Mata.  Lingkaran kuning disekitar kelopak mata atau dengan istilah ilmiah xanthelasmata ternyata menjadi penanda seseorang terhadap resiko jantung bermasalah.  Demikian menurut sebuah penelitian dari Universitas Kopenhagen, Denmark, baru-baru ini.

Para ilmuwan menggunakan survei dari 12.745 orang yang bebas dari penyakit jantung, dengan rentang usia antara 20 dan 93 tahun. Pada awal penelitian sebanyak 563 orang terdeteksi memiliki xanthelasmata dan 3.159 lainnya terdeteksi arcus corneae.

Selama beberapa periode penelitian, sebanyak 1.872 orang mengalami serangan jantung, 3.699 orang terdeteksi memiliki masalah pada jantungnya, dan 1.498 orang mengalami stroke. Sementara 1.815 orang menderita penyakit serebrovaskular dan 8.507 orang lainnya meninggal dunia.

Berdasarkan hasil penelitian tersebut, mereka yang memiliki xanthelasmata terdapat di semua kelompok umur, baik laki-laki maupun perempuan. Mereka juga berpotensi tinggi terhadap risiko terkena serangan jantung, mengidap penyakit jantung, atau meninggal dunia dalam jangka waktu sepuluh tahun. Sebaliknya, hasil menunjukkan bahwa orang dengan arcus corneae tak bisa dijadikan penanda yang signifikan terhadap masalah pada jantung.

Penelitian yang dipimpin oleh Profesor Anne Tybaerg-Hansen di Universitas Kopenhagen ini menyimpulkan bahwa cincin putih atau abu-abu di sekitar kornea (arcus corneae) tidak berhubungan dengan peningkatan risiko masalah jantung. Meski Xanthelasmata dan arcus corneae itu sama-sama merupakan endapan kolesterol
(kesehatan.liputan6.com)

Semoga Artikel Tentang Kesehatan - Melihat Tanda Penyakit Jantung Lewat Kelopak Mata ini bermanfaat.

Rabu, 03 Agustus 2011

Dampak Buruk Karena Malas Sikat Gigi

Dampak Buruk Karena Malas Sikat Gigi.  Ketika melihat gigi di cermin, kebanyakan dari kita hanya memikirkan penampilan. Lebih penting adalah memerhatikan kesehatan gusi kita.

Penyakit gusi tak kalah menyakitkan dari sakit gigi. Seperti halnya bau mulut dan sakit gigit, sakit gusi juga dihubungkan dengan kondisi mulai dari penyakit jantung, keguguran, dan disfungsi ereksi.

"Penyakit gusi terjadi ketika plak menempel di gigi dan mengiritasi gusi sehingga terjadi peradangan," kata Dr Nigel Carter, chief executive British Dental Health Foundation.

"Tanda awal biasanya pendarahan di antara satu atau lebih gigi dan sering kali tidak ada gejala lain hingga bertahun-tahun kemudian gigi mulai goyah dan akhirnya tanggal,” imbuhnya.

Tahap awal penyakit gusi—ketika gusi meradang dan terjadi pendarahan—dikenal sebagai gingivitis.

“Dokter gigi dapat melihatnya lewat perubahan warna gusi dari merah muda menjadi gelap, tapi kebanyakan orang tidak mampu melihatnya," lanjutnya.

Penyakit gusi dapat menyerang siapa pun dari segala usia, tetapi sangat lazim di kalangan usia lanjut karena mereka memroduksi lebih sedikit air liur sehingga bakteri lebih mudah menempel di gigi. Perokok, diabetesi, dan wanita hamil juga berisiko lebih tinggi. Faktor genetika turut berperan.

Kondisi ini dapat dicegah dengan menggosok gigi minimal dua kali sehari selama masing-masing dua menit. Lantas, bagaimana kalau kita malas menggosok gigi? Berikut dampak buruknya, seperti diulas Dailymail.

Disfungsi ereksi

Disfungsi ereksi dikaitkan dengan kesehatan gusi buruk. Awal tahun ini, peneliti India melaporkan bahwa semakin buruk penyakit gusi, semakin buruk masalah ereksi.

Penelitian lain telah menegaskan bahwa penyakit gusi dapat menghalangi produksi bahan kimia yang disebut nitric oxide, yang fungsinya merenggangkan pembuluh darah dan meningkatkan aliran darah ke Mr P. Para peneliti mengatakan, peradangan yang diproduksi oleh penyakit gusi dapat mengurangi kadar nitric oxide.

Kehamilan tertunda

Para peneliti di Australia menemukan bahwa jika seorang wanita memiliki penyakit gusi, ini akan mengurangi kemungkinannya untuk hamil rata-rata dua bulan lebih lama dibandingkan wanita dengan gigi dan gusi yang sehat.

Teorinya, bakteri yang menyebabkan penyakit gusi bisa memicu peradangan di lapisan rahim sehingga sulit bagi telur yang telah dibuahi untuk tumbuh di rahim.

Penyakit gusi juga berdampak pada perselinan; risiko kelahiran prematur maupun keguguran. "Peradangan pada gusi memicu produksi bahan kimia (seperti prostaglandin) yang merangsang persalinan," kata Dr Nigel.

Radang sendi

Orang dengan masalah rheumatoid arthritis—kondisi tak tersembuhkan yang menyebabkan sendi menjadi panas dan meradang—delapan kali lebih mungkin memiliki penyakit gusi daripada orang yang sehat.

"Bakteri dari gusi mensekresikan protein dan protein ini meminta respons dari sistem kekebalan tubuh yang menyerang arthritis,” jelas Dr Paola De Pablo, rheumatologist Universitas Birmingham.

Bronkitis

Awal tahun ini, sebuah studi dalam Journal of Periodontology menemukan hubungan antara infeksi pernapasan dan penyakit gusi. Para ilmuwan memelajari 100 orang dengan penyakit pernapasan seperti bronkitis dan 100 orang yang tidak memiliki riwayat penyakit pernapasan.

Kesehatan gigi mereka diperiksa. Hasilnya, kelompok respoden dengan sejarah penyakit pernapasan memiliki kesehatan gusi lebih buruk daripada kelompok tanpa riwayat penyakit pernapasan.

Diperkirakan, bakteri yang berkumpul di kantong sekitar dasar gigi dapat menyebar ke paru-paru dalam setiap udara yang dihirup, ini menyebabkan infeksi atau membuat kondisi paru-paru memburuk.

Penyakit jantung

Penyakit gusi menggandakan kesempatan Anda terkena penyakit jantung koroner. Sebuah studi di Skotlandia pada 2010 meneliti 11.000 orang yang menemukan bahwa menyikat gigi kurang dari dua kali sehari meningkatkan risiko Anda mengalami penyakit jantung.

Alasannya ketika gusi meradang, bakteri bocor ke dalam aliran darah hingga menyebabkan peradangan dan kerusakan di pembuluh darah yang mengarah ke penyakit jantung. Diperkirakan pula, bakteri secara langsung dapat menyebabkan infeksi pada katup jantung.

“Jika seorang pasien akan dioperasi katup jantung, kami akan mengatasi penyakit gusinya terlebih dahulu untuk mengurangi risiko infeksi sekunder," tambahnya.

Diabetes

Penyakit gusi dapat meningkatkan gejala diabetes tipe 2. Pada 2010, peneliti Universitas Edinburgh mengulas tujuh studi sebelumnya dan menyimpulkan bahwa mengobati penyakit gusi dan mengurangi peradangan di sekitar gigi akan membantu mengurangi komplikasi beberapa kondisi termasuk masalah mata.

Diperkirakan, peradangan pada mulut menyebabkan perubahan kimia yang membuat insulin menjadi kurang efektif. Karena itu, mengobati penyakit gusi dapat membantu kadar gula darah kembali normal dan menghentikan risiko komplikasi jangka panjang.

Sumber:  okezone.com
Semoga Artikel Kesehatan - Dampak Buruk Karena Malas Sikat Gigi ini bermanfaat

Rabu, 27 Juli 2011

Mendeteksi Penyakit Jantung dengan Smartheart

Beberapa peniliti telah membuat Smartheart.  Smartheart ini dibuat untuk dapat mendeteksi masalah jantung. Gadget Smartheart mempunyai funsgi sebagai alat medis untuk mendeteksi masalah jantung. Smartheart yang terhubung dengan ponsel cerdas (smartphone) bisa memonitor jantung dalam waktu hanya 30 detik.

Kemampuan gadget Smartheart ini setaraf dengan elektrokardiogram (EKG). Perangkat Smartheart ini dipasang pada dada pengguna, lalu bekerja mencatat denyut jantung dengan mengukur aktivitas elektro.

Mendeteksi Penyakit Jantung dengan SmartheartSmartheart bisa dihubungkan dengan iPhone, BlackBerry atau perangkat Android melalui bluetooth. Pengguna dapat melihat hasil EKG secara detail, lalu mengirimnya kepada dokter mereka.

''Gadget Smartheart ini merupakan terobosan besar untuk menyelamatkan seseorang. Smartheart mudah merekam denyut jantung dan hasilnya langsung bisa dianalisis dokter,'' kata Konsultan Ahli Jantung Kongenital di Rumah Sakit Southampton Dr Yusuf Vettukattil seperti dikutip dailymail.co.uk.

Gadget Smartheart dapat dibeli secara online seharga US$403.

Semoga Artikel tentang Kesehatan - Mendeteksi Penyakit Jantung dengan Smartheart ini bermanfaat

Mencegah Serangan Jantung dengan Rumput Laut

Mencegah Serangan Jantung dengan Rumput Laut.  Kata orang bilang Banyak Jalan Menuju Roma.  begitu pula dengan kesehatan jantung ada banyak cara untuk melindungi kesehatan jantung Anda.  Salah satu cara untuk mencegah penyakit jantung adalah dengan mengonsumsi makanan sehat seperti sayuran.

Ada sayuran yang memiliki rasa yang sangat lezat, dan selain lezat sayuran ini juga mempunyai khasiat dapat menyehatkan jantung dan juga dapat menurunkan tekanan darah.  Dari penelitian dapat diketahui bahwa rumput laut adalah sayuran yang rasa lezat dan juga dapat menyehatkan jantung dan dapat menurunkan tekanan darah.

Mencegah Serangan Jantung dengan Rumput Laut“Ini bisa menjadi alternatif sayuran yang mengundang selera. Mengonsumsi rumput laut saat makan malam dapat membantu mencegah serangan jantung,” kata peneliti seperti dikutip dari Daily Mail.

Para peneliti telah menyatakan bahwa dalam rumput laut ditemukan bahan yang berkhasiat sebagai penurun tekanan darah. Fungsinya mirip dengan obat yang biasa diresepkan para dokter.

Menurut sebuah studi, rumput laut mengandung senyawa protein tinggi yang dikenal dengan nama peptida bioaktif. Senyawa ini juga ditemukan dalam susu. Efeknya mirip dengan obat ACE inhibitor, yang sering diresepkan untuk membantu menurunkan tekanan darah dan mencegah serangan jantung dan stroke.

Kandungan kalori dalam rumput sangat rendah. Bahkan beberapa ilmuwan mengklaim khasiatnya mampu membantu menurunkan berat badan dengan mencegah penyerapan lemak

Penelitian yang diterbitkan dalam Jurnal American Chemical Society's Journal of Agricultural and Food Chemistry ini, juga melihat adanya bukti khasiat rumput laut dari 100 penelitian lainnya. Hal ini dilakukan
sebagai upaya untuk memanfaatkan senyawa bioaktif dan mengetahui potensi rumput laut sebagai produk makanan sehat.

"Spesies alga dari berbagai lingkungan perairan serta kemudahan budidaya, bisa membuat alga menjadi sumber pangan, dan belum terlalu dimanfaatkan sebagai senyawa bioaktif baru,” kata Dr. Maria Hayes, dari Teagasc Food Research Centre di Dublin, Jerman

Varietas rumput laut yang paling populer adalah wakame dan sering digunakan dalam sup miso. Ada juga kombu dan nori yang bisa dengan mudah didapatkan di supermarket. Anda bisa mengolahnya menjadi makanan lezat untuk dijadikan menu sehari-hari demi menjaga jantung agar tetap sehat.

Semoga Artikel Kesehatan - Mencegah Serangan Jantung dengan Rumput Laut ini bermanfaat.

Penyebab Penyakit Jantung Karena Orang Tua Sakit Jantung

Penyebab Penyakit Jantung Karena Orang Tua Sakit Jantung.  Penyakit jantung dan pembuluh darah hingga saat ini masih menjadi masalah serius di dunia termasuk Indonesia. Berdasarkan data World Health Statistic 2009, penyakit jantung dan stroke adalah penyebab utama kematian di dunia.

Prevalensinya pun diperkirakan akan terus meningkat. Bahkan pada 2030 nanti, WHO memperkirakan sekitar 23,6 juta orang akan meninggal akibat penyakit kardiovaskuler. Penyakit ini pun telah diproyeksikan bakal terus bertahan sebagai penyebab kematian utama di dunia.

Di Indonesia, menurut Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) tahun 2007, penyakit jantung juga menjadi salah satu penyebab utama kematian. Prevalensinya secara nasional mencapai 7,2 persen, namun angkanya diperkirakan akan terus meningkat seiring berubahnya gaya hidup masyarakat.

Penyebab Penyakit JantungUntuk menekan tingginya angka kematian tersebut, masyarakat perlu memahami dan mengenali faktor yang menjadi penyebab munculnya penyakit jantung. Adalah penting untuk dapat mengetahui setiap faktor risiko yang mungkin Anda miliki. Sebagai contoh, jika Anda memiliki orang tua dengan riwayat penyakit jantung, maka Anda berada pada risiko yang lebih tinggi.

Menurut dr. Sari S. Mumpuni Sp.JP, spesialis jantung dari RS Mitra Keluarga Kelapa Gading, faktor risiko seorang menderita penyakit jantung koroner dapat dibagi menjadi dua kelompok yakni faktor yang dapat dimodifikasi dan non modifikasi.

Faktor risiko yang dapat dimodifkasi di antaranya adalah dislipidemia, tekanan darah tinggi, merokok, kencing manis, obesitas, kurang olah raga dan kebiasaan meminum alkohol. Sedangkan faktor risiko yang tidak dapat dimodifikasi adalah riwayat penyakit dalam keluarga, usia, jenis kelamin dan ras.

“Namun hal tersebut dapat dikendalikan atau bahkan dihilangkan jika Anda menerapkan pola hidup sehat,” ucapnya, saat media briefing, Kamis, (21/7/2011) silam di Jakarta

Faktor orang tua

Sari menambahkan, faktor risiko seseorang menderita penyakit jantung akan sangat kuat apabila orang tua (ayah) menderita serangan jantung, angioplasti, atau bedah pintas koroner (bypass) pada usia kurang dari 55 tahun, dan ibu mengalami hal serupa saat usia kurang dari 65 tahun.

Upaya pencegahan kata Sari, dapat dilakukan dengan upaya pencegahan primer dan sekunder. Pada prevensi primer, faktor risiko dikontrol atau dikendalikan sebelum timbulnya penyakit kardiovaskular mayor seperti storke, sindroma, koroner akut, dan gagal jantung.

Sedangkan pada upaya pencegahan sekunder, faktor risiko dikendalikan setelah terjadi penyakit kardiovaskuler mayor, untuk mencegah terjadinya serangan berulang.

Faktor lainnya dari penyakit jantung dan kardiovaskular adalah tingginya kadar kolesterol jahat atau LDL (low density lipoprotein), yang merupakan penyebab timbulnya kerak lemak yang menempel dan dapat menyumbat pembuluh darah.

"Sebagian besar masyarakat Indonesia, khususnya yang tinggal di kota-kota besar, di mana pola makan rendah serat dan tinggi lemak sudah menjadi konsumsi sehari-hari,” jelasnya.

Mengonsumsi secara rutin bahan pangan yang kaya serat, terutama serat larut, terbukti mampu membantu menurunkan kadar kolesterol dalam darah. Hal ini juga baik dalam upaya menjaga agar jantung tetap sehat.

Sari mengimbau, agar setiap orang melakukan pemeriksaan kolesterol sejak mulai usia 20 tahun. “Jika normal, lakukan setiap 5 tahun sekali. Jika tinggi, lakukan pemeriksaan sesuai dengan kebutuhan, dan perubahan pola hidup,” tandasnya.

Sumber: health.kompas.com, images google.co.id

Semoga Artikel Kesehatan - Penyebab Penyakit Jantung Karena Orang Tua Sakit Jantung ini bermanfaat

Tidur Siang untuk Mencegah Penyakit Jantung

Tidur Siang untuk Mencegah Penyakit Jantung.  Ketika masih anak-anak, ayah dan juga ibu selalu membiasakan Kita untuk selalu tidur siang.  Namun setelah kita beranjak dewasa, kegiatan dan kebiasaan tidur siang mulai terlupakan hal ini disebabkan berbagai hal dan biasanya karena tuntutan pekerjaan yang membuat kita tidak sempat tidur siang.  Namun tahukah Anda bahwa tidur siang dapat menyeimbangkan tekanan darah dan dapat membuat jantung Anda menjadi sehat.

Didasarkan dari penelitian pada tahun 2008 jika Anda dapat menyisihkan waktu sejenak untuk bisa tidur di siang hari selama 45 menit dapat meningkatkan fungsi memori, menurunkan tekanan darah dan juga dapat meredakan stress.  

Penelitian lain yang juga berhubungan dengan Tidur Siang juga dilakukan oleh Universitas Allegheny di Pennsylvania, Amerika Serikat. yang menyatakan bahwa Tidur siang dapat meredakan kelelahan otak dan fisik akibat bekerja.  Selain itu Tidur siang juga dapat mengurangi stres sehingga tekanan darah menjadi lebih seimbang.   Kelelahan akibat bekerja tentunya juga membuat jantung harus bekerja keras.

Tidur Siang untuk Mencegah Penyakit JantungPeneliti Ryan Brindle dan Sarah Conklin melibatkan 85 orang relawan dalam penelitian. Relawan dibagi dalam dua kelompok. Satu di antaranya rutin tidur siang selama 60 menit. Sisanya tetap melakukan aktivitas seperti biasa.

Peneliti lalu memeriksa tekanan darah dan interval denyut nadi.  Ternyata kelompok yang tidur siang memiliki keuntungan pada jantungnya.

Tingkat stress kedua kelompok memang tidak terpaut perbedaan yang besar. Tidur siang juga tak membantu menurunkan stress secara drastis. Namun, dibandingkan dengan yang tidak tidur siang, tekanan darah dan interval denyut nadi mereka yang tidur siang, lebih stabil.

"Dari hasil penelitian ini kami sangat menganjurkan tidur siang demi kesehatan jantung, menurut prediksi kami, tidur siang juga membantu meringankan beban stres dan pekerjaan. Memang masih dibutuhkan penelitian lebih lanjut tentang hal ini, namun problem kesehatan jantung dan penyakit lain berawal dari kualitas tidur yang kurang baik," tutup Brindle dan Conklin.

Namun, Jika Anda adalah penderita gangguan tidur seperti imsomnia.  Tidur siang tersebut justru akan kontraproduktif. "Tidur siang, bahkan hanya sebentar bisa mengurangi rasa kantuk di siang hari," Ralp Downey III, Phd, direktur Sleep Disorders Center.

Beliau juga menambahkan, bahwa tidur siang akan efektif untuk orang-orang yang menderita gangguan tidur temporer, contohnya karena sedang menderita penyakit tertentu atau insomnia akibat jet lag.

Pada anak-anak, tambahan jam tidur di siang hari biasanya tidak mutlak diperlukan jika ia sudah berusia 3 tahun ke atas. Anak-anak memerlukan tidur siang jika kebutuhan tidurnya di malam hari tidak terpenuhi. Selain itu, anak yang terlihat rewel di malam hari karena kelelahan sebaiknya dijadwalkan untuk tidur siang.

Sumber: www.metrotvnews.com, health.kompas.com

Semoga Artikel Kesehatan - Tidur Siang untuk Mencegah Penyakit Jantung ini bermanfaat

Olahraga Yang Ideal untuk Mencegah Penyakit Jantung

Olahraga Yang Ideal untuk Mencegah Sakit Jantung.  Kelebihan Berat badan merupakan salah satu faktor resiko dapat menderita penyakit jantung.  Namun jangan putus asa terlebih dahulu, banyak hal yang bisa kita perbuat supaya penyakit jantung tidak sampai menghampiri Anda. Salah satu cara untuk mencegah penyakit jantung adalah berolahraga.

Berolahraga secara teratur akan membuat denyut jantung Anda menjadi sebuah pompa yang lebih efisien sehingga jantung tidak perlu bekerja sekeras bila Anda kurang berolahraga.

Menurut penelitian terbaru, jenis olahraga yang paling ideal agar mengurangi resiko serangan penyakit jantung pada orang yang mempunyai badan gemuk adalah kombinasi latihan beban dengan aerobik.

Olahraga Yang Ideal untuk Mencegah Penyakit JantungOrang yang hanya melakukan olahraga jenis aerobik saja akan mengalami penurunan lingkar pinggang dan berat badan. Sementara orang yang hanya berlatih beban manfaatnya terhadap kesehatan jangka panjang lebih kecil.

"Latihan aerobik ditambah latihan ketahanan merupakan program yang paling optimal untuk mereka yang kegemukan," kata Dr Timothy Church, yang meneliti olahraga dan penyakit di Louisiana State University's Pennington Biomedical Research Center.

Hasil penelitiannya itu sejalan dengan beberapa bukti studi sebelumnya yang menyarankan agar latihan aerobik dikombinasikan dengan sedikit latihan beban.

Dalam penelitian yang dilakukan terhadap 196 orang yang kegemukan dan memiliki gaya hidup sedentari (jarang bergerak) tersebut, para responden dibagi dalam tiga kelompok program olahraga.

Kelompok pertama melakukan olahraga beban saja tiga kali dalam seminggu. Mereka berlatih menggunakan delapan alat latihan ketahanan dengan target penurunan otot tubuh bagian atas dan bawah.

Di kelompok kedua, mereka melakukan dua jam latihan aerobik setiap minggunya di tempat kebugaran. Sementara kelompok ketiga melakukan kedua jenis latihan, baik latihan ketahanan maupun aerobik.

Selama 8 bulan program, lebih dari seperempat responden yang terlibat dalam penelitian ini berhenti di tengah jalan dan sebagian tidak bisa melengkapi data sebelum dan setelah olahraga.

Secara umum, orang dari kelompok latihan beban yang menyelesaikan program latihan ini mengalami kenaikan sekitar 0,6 kilogram dan sedikit lingkar pinggang tanpa ada penurunan risiko diabetes atau penyakit jantung.

Mereka yang melakukan latihan aerobik turun sekitar 1,3 kg dan 0,5 inci lingkar pinggang, sedangkan yang melakukan kombinasi latihan berat badannya berkurang 1,8 kg dan lingkar pinggang berkurang 1 inci. Dari kelompok ini juga terlihat penurunan diastolik tekanan darah serta skor sindrom metabolik yang menggambarkan risiko diabetes dan penyakit jantung.

Meski demikian, secara umum analisis statistik tidak menunjukkan kombinasi latihan aerobik dan latihan beban lebih baik dibanding yang hanya latihan aerobik saja sehingga olahraga aerobik juga menjadi opsi yang baik.

Sumber : health.kompas.com

Semoga Artikel Kesehatan - Olahraga Yang Ideal untuk Mencegah Penyakit Jantung ini bermanfaat

Penyakit Jantung

Jantung adalah sebuah rongga, rongga organ berotot yang memompa darah lewat pembuluh darah oleh kontraksi berirama yang berulang. Istilah kardiak berarti berhubungan dengan jantung, dari kata Yunani cardia untuk jantung. Jantung adalah salah satu organ manusia yang berperan dalam sistem peredaran darah.

Jantung adalah organ berupa otot, berbentuk kerucut, berongga dan dengan basisnya di atas dan puncaknya di bawah. Apex-nya (puncak) miring ke sebelah kiri. Berat jantung kira-kira 300 gram. Agar jantung berfungsi sebagai pemompa yang efisien, otot-otot jantung, rongga atas dan rongga bawah harus berkontraksi secara bergantian. Laju denyut-denyut jantung atau kerja pompa ini dikendalikan secara alami oleh suatu "pengatur irama". Ini terdiri dari sekelompok secara khusus, disebut nodus sinotrialis, yang terletak di dalam dinding serambi kanan.

Sebuah impuls listrik yang ditransmisikan dari nodus sinotrialis ke kedua serambi membuat keduanya berkontraksi secara serentak. Arus listrik ini selanjutnya diteruskan ke dinding-dinding bilik, yang pada gilirannya membuat bilik-bilik berkontraksi secara serentak. Periode kontraksi ini disebut systole. Selanjutnya periode ini diikuti dengan sebuah periode relaksasi pendek - kira-kira 0,4 detik - yang disebut diastole, sebelum impuls berikutnya datang. Nodus sinotrialus menghasilkan antara 60 hingga 72 impuls seperti ini setiap menit ketika jantung sedang santai. Produksi impuls-impuls ini juga dikendalikan oleh suatu bagian sistem syaraf yang disebut sistem syaraf otonom, yang bekerja diluar keinginan kita. Sistem listrik built-in inilah yang menghasilkan kontraksi-kontraksi otot jantung beirama yang disebut denyut jantung.
Penyakit Jantung

Pada saat berdenyut, setiap ruang jantung mengendur dan terisi darah (disebut diastol). Selanjutnya jantung berkontraksi dan memompa darah keluar dari ruang jantung (disebut sistol). Kedua serambi mengendur dan berkontraksi secara bersamaan, dan kedua bilik juga mengendur dan berkontraksi secara bersamaan.

Darah yang kehabisan oksigen dan mengandung banyak karbondioksida (darah kotor) dari seluruh tubuh mengalir melalui dua vena berbesar (vena kava) menuju ke dalam ventrikel kanan. Setelah atrium kanan terisi darah, dia akan mendorong darah ke dalam ventrikel kanan.

Darah dari ventrikel kanan akan dipompa melalui katup pulmoner ke dalam arteri pulmonalis, menuju ke paru-paru. Darah akan mengalir melalui pembuluh yang sangat kecil (kapiler) yang mengelilingi kantong udara di paru-paru, menyerap oksigen dan melepaskan karbondioksida selanjutnya dialirkan.

Darah yang kaya akan oksigen mengalir di dalam vena pulmonalis menuju ke atrium kiri. Peredaran darah di antara bagian kanan jantung, paru-paru dan atrium kiri disebut sirkulasi pulmoner.

Darah dalam atrium kiri akan didorong menuju ventrikel kiri, yang selanjutnya akan memompa darah bersih ini melewati katup aorta masuk ke dalam aorta (arteri terbesar dalam tubuh). Darah kaya oksigen ini disediakan untuk seluruh tubuh, kecuali paru-paru.

Penyakit Jantung

Penyakit jantung adalah sebuah kondisi yang menyebabkan Jantung tidak dapat melaksanakan tugasnya dengan baik. Hal-hal tersebut antara lain:

Otot jantung yang lemah. Ini adalah kelainan bawaan sejak lahir. Otot jantung yang lemah membuat penderita tak dapat melakukan aktivitas yang berlebihan, karena pemaksaan kinerja jantung yang berlebihan akan menimbulkan rasa sakit di bagian dada, dan kadangkala dapat menyebabkan tubuh menjadi nampak kebiru-biruan. Penderita lemah otot jantung ini mudah pingsan.

Adanya celah antara serambi kanan dan serambi kiri, oleh karena tidak sempurnanya pembentukan lapisan yang memisahkan antara kedua serambi saat penderita masih di dalam kandungan. Hal ini menyebabkan darah bersih dan darah kotor tercampur. Penyakit ini juga membuat penderita tidak dapat melakukan aktivitas yang berat, karena aktivitas yang berat hampir dapat dipastikan akan membuat tubuh penderita menjadi biru dan sesak napas, walaupun tidak menyebabkan rasa sakit di dada. Ada pula variasi dari penyakit ini, yakni penderitanya benar-benar hanya memiliki satu buah serambi.

Gejala Penyakit Jantung

Gejala-gejala ini untuk setiap orang biasa berbeda. Sebuah serangan jantung mungkin dimulai dengan rasa sakit yang tidak jelas, rasa tidak nyaman yang samar, atau rasa sesak dibagian tengah dada. Kadang, sebuah serangan jantung hanya menimbulkan rasa tidak nyaman yang ringan sekali sehingga sering disalahartikan sebagai gangguan pencernaan, atau bahkan lepas dari perhatian sama sekali. Dalam hal ini, satu-satunya cara yang memungkinkan terdeteksinya sebuah serangan jantung adalah ketika harus menjalani pemeriksaan ECG untuk alasan lain yang mungkin tidak berkaitan. Dipihak lain, serangan jantung mungkin menghadirkan rasa nyeri paling buruk yang pernah dialami - rasa sesak yang luar biasa atau rasa terjepit pada dada, tenggorokan atau perut. Bisa juga mengucurkan keringat panas atau dingin, kaki terasa sakit sekali dan rasa ketakutan bahwa ajal sudah mendekat. Juga mungkin merasa lebih nyaman bila duduk dibanding bila berbaring dan mungkin napas begitu sesak sehingga tidak bisa santai. Rasa mual dan pusing bahkan sampai muntah, bahkan yang lebih para yaitu ketika sampai kolaps dan pingsan.

Ada beberapa gejala yang lebih spesifik, antara lain:
  1. Nyeri. Jika otot tidak mendapatkan cukup darah (suatu keadaan yang disebut iskemi), maka oksigen yang tidak memadai dan hasil metabolisme yang berlebihan menyebabkan kram atau kejang. Angina merupakan perasaan sesak di dada atau perasaan dada diremas-remas, yang timbul jika otot jantung tidak mendapatkan darah yang cukup. Jenis dan beratnya nyeri atau ketidaknyamanan ini bervariasi pada setiap orang. Beberapa orang yang mengalami kekurangan aliran darah bisa tidak merasakan nyeri sama sekali (suatu keadaan yang disebut silent ischemia).
  2. Sesak napas merupakan gejala yang biasa ditemukan pada gagal jantung. Sesak merupakan akibat dari masuknya cairan ke dalam rongga udara di paru-paru (kongesti pulmoner atau edema pulmoner).
  3. Kelelahan atau kepenatan. Jika jantung tidak efektif memompa, maka aliran darah ke otot selama melakukan aktivitas akan berkurang, menyebabkan penderita merasa lemah dan lelah. Gejala ini seringkali bersifat ringan. Untuk mengatasinya, penderita biasanya mengurangi aktivitasnya secara bertahap atau mengira gejala ini sebagai bagian dari penuaan.
  4. Palpitasi (jantung berdebar-debar).
  5. Pusing & pingsan. Penurunan aliran darah karena denyut atau irama jantung yang abnormal atau karena kemampuan memompa yang buruk, bisa menyebabkan pusing dan pingsan.

Serangan Jantung

Serangan jantung (bahasa Inggris: Myocardial infarction, acute myocardial infarction, MI, AMI) adalah terhentinya aliran darah, meskipun hanya sesaat, yang menuju ke jantung, dan mengakibatkan sebagian sel jantung menjadi mati.

Serangan jantung adalah sebuah kondisi yang menyebabkan jantung sama sekali tidak berfungsi. Kondisi ini biasanya terjadi mendadak, dan sering disebut gagal jantung. Penyebab gagal jantung bervariasi, namun penyebab utamanya biasanya adalah terhambatnya suplai darah ke otot-otot jantung, oleh karena pembuluh-pembuluh darah yang biasanya mengalirkan darah ke otot-otot jantung tersebut tersumbat atau mengeras, entah oleh karena lemak dan kolesterol, ataupun oleh karena zat-zat kimia seperti penggunaan obat yang berlebihan yang mengandung Phenol Propano Alanin (ppa) yang banyak ditemui dalam obat-obat seperti Decolgen, dan nikotin.

Belakangan ini juga sering ditemukan gagal jantung mendadak ketika seseorang sedang beraktivitas, seperti yang menyerang beberapa atlet-atlet sepak bola ternama di dunia di tengah lapangan sepak bola[1]. Biasanya hal itu disebabkan oleh pemaksaan aktivitas jantung yang melebihi ambang batas, atau kurangnya pemanasan sebelum melakukan olah raga.

Makanan juga menjadi penyebab utama terjadinya serangan jantung, terutama junk food. Para penelti dari McMaster University, Kanada, menemukan hasil bahwa orang yang banyak mengonsumsi makanan yang digoreng, cemilan bergaram, dan daging memiliki risiko serangan jantung lebih dari 35 persen lebih besar dibandingkan dengan orang yang mengonsumsi sedikit atau tidak mengonsumsinya.

Penanggulangan Penyakit Jantung

Tidak ada penanggulangan yang lebih baik untuk mencegah penyakit dan serangan jantung, di samping gaya hidup sehat (seperti sering bangun lebih pagi, tidak sering tidur terlalu larut malam, dan menghindari rokok dan minuman beralkohol), pola makanan yang sehat (memperbanyak makan makanan berserat dan bersayur, serta tidak terlalu banyak makan makanan berlemak dan berkolesterol tinggi), dan olah raga yang teratur dan tidak berlebihan. Namun, ada beberapa zat yang dipercaya mampu memperkecil atau memperbesar risiko penyakit dan serangan jantung, di antara lain:
  1. Beberapa peneliti menyebutkan bahwa zat allicin di dalam bawang putih ternyata dapat membantu menjaga kesehatan jantung. Penelitian tersebut menunjukkan bahwa oleh khasiat zat allicin, ketegangan pembuluh darah berkurang 72%[3]. Namun beberapa peneliti lain ada juga yang menyatakan bahwa tidak ada hubungan antara bawang putih dengan kesehatan jantung. Dalam studi yang dilakukan pada 90 perokok berbadan gemuk, para peneliti Eropa mendapati bahwa tambahan bubuk bawang putih selama 3 bulan tak memperlihatkan perubahan dalam kadar kolesterol mereka atau beberapa tanda lain risiko penyakit jantung.
  2. Studi membuktikan bahwa mengurangi merokok tidak mengurangi risiko penyakit jantung. Untuk benar-benar mengurangi risiko penyakit jantung, seseorang harus benar-benar berhenti merokok.
  3. Penemuan yang diterbitkan dalam Journal of the American College of Cardiology mengungkapkan konsumsi suplemen Vitamin C dapat mengurangi risiko penyakit jantung.
  4. Penelitian menunjukkan, mengurangi konsumsi garam dapat mengurangi risiko penyakit jantung. Konsumsi garam dapat meningkatkan tekanan darah. Pada percobaan diet rendah garam menunjukkan risiko penyakit jantung hingga 25% dan risiko serangan jantung hingga 20%
  5. Konsumsi makanan-makanan yang dapat menjaga kesehatan jantung seperti Salmon, Tomat, Minyak Zaitun, Gandum, Almond, dan Apel.

Diagnosis Penyakit Jantung

Berdasarkan gejala-gejala yang dirasakan, seorang dokter dapat membuat perkiraan yang nalar tentang apakah gejala-gejala itu mengisyaratkan serangan jantung atau tidak. Kecurigaannya mungkin diperkuat oleh penampilan si penderita, tingkat tekanan darah dan bunyi detak jantung. Dokter mungkin akan mengirimnya ke pemeriksaan ECG dan uji darah, tetapi bila masih merasakan nyeri, dokter barangkali akan memberi suntikan penghilangrasa nyeri sebelum pemeriksaan itu. Ini karena nyeri yang menakutkan dapat membawa ke jurang yang lebih dalam, yang bisa menyebabkan gejala jantung. Nyeri itu juga dapat menimbulkan dampak psikologis jangka panjang. ECG pertama mungkin tidak menunjukkan tanda-tanda serangan jantung dan mungkin pemeriksaan itu harus diulang.

Kadang-kadang uji yang kedua pun masih tidak menunjukkan perubahan, dan selama hal ini, diagnosis akan bergantung pada pemeriksaan darah. Jantung, seperti semua sel tubuh lain, mengandung bahan-bahan kimia khusus yang disebut enzim. Ketika sel-sel jantung mengalami kerusakan, enzim-enzim yang dilepaskan beredar bersama aliran darah. Setelah sebuah serangan jantung, kadar sebagian enzim ini langsung naik, tetapi selanjutnya enzim-enzim tersebut lekas mengurai dan karena itu tidak terdeteksi lagi setelah sehari atau dua hari; ada enzim yang baru dilepaskan beberapa jam atau bebera hari kemudian tetap tinggal dalam darah selama beberapa hari atau bahkan beberapa minggu.

10 anggapan yang salah tentang penyakit jantung

  1. Penyakit jantung hanya terjadi pada orang gemuk saja
  2. Penyakit jantung tidak bisa pada anak atau orang muda
  3. Wanita terbebas dari penyakit jantung
  4. Penyakit jantung hanya satu macam
  5. Jantungnya sehat, tak mungkin bisa sakit jantung
  6. Tidak ada hubungan dengan serangan stroke
  7. Penyakit jantung merupakan penyakit keturunan
  8. Penyakit jantung tidak dapat dicegah
  9. Terkena penyakit jantung sebab sering dikagetkan
  10. Penyakit jantung muncul sebab sering mengonsumsi menu jantung pisang

Semoga Ringkasan dari (wikipedia.org) Artikel Kesehatan - Sekilas Penyakit Jantung ini dapat bermanfaat

Rabu, 29 Juni 2011

Obat Ini Bikin Jantung Rusak Sembuh Sendiri

Kerusakan otot jantung yang diakibatkan oleh serangan jantung selama ini dianggap sebagai sesuatu yang akan terjadi secara permanen. Namun, para ilmuwan berhasil menciptakan obat yang mampu membuat jantung memperbaiki sendiri kerusakannya.

Obat yang ditunggu-tunggu tersebut baru diuji pada tikus di laboratorium dan berhasil. Obat yang disebut thymosin beta 4 ini oleh British Heart Foundation dianggap sebagai keajaiban dalam riset penyakit jantung. Kendati begitu, masih diperlukan beberapa tahun lagi sebelum obat tersebut bisa dipakai manusia.

Tim ilmuwan dari University College London, Inggris, melakukan riset pada kelompok sel yang mampu mengubah diri menjadi tipe jaringan jantung pada embrio. Namun, pada orang dewasa, sel epicardium-derived progenitor ini menjadi tidak aktif atau tidur. Para ilmuwan lalu menggunakan zat kimia thymosin beta 4 untuk membangunkan sel-sel ini.

"Sel epicardial yang membentengi otot jantung bisa diaktifkan dan membentuk otot jantung yang baru. Kami melihat perbaikan dan kemampuan jantung untuk memompa darah naik 25 persen," kata Profesor Paul Riley dari University College London.

Seperti diketahui, serangan jantung akan membuat jaringan otot kekurangan oksigen dan rusak atau mati. Bila aliran darah dapat dipulihkan, maka kerusakan jantung dapat dibatasi.

"Makin banyak darah yang dipompa, jaringan parut di jantung bisa dikurangi dan dinding jantung menjadi tebal," paparnya.

Apabila obat ini kelak juga efektif pada manusia, maka jutaan nyawa pasien serangan jantung bisa diselamatkan. Obat ini masih terus diteliti dan diperkirakan 10 tahun lagi baru bisa dicoba pada manusia.

Sabtu, 09 Oktober 2010

Sirih Temu Rose Obat Tradisonal untuk Penyakit Jantung

Penyakit jantung adalah termasuk penyakit yang menyebabkan kematian terbesar di Dunia. Darah yang ada dalam tubuh .manusia tidak akan ada fungsinya bila jantung berhenti berdenyut, karena jantung yang bertugas untuk mengailirkan darah ke seluruh tubuh.

Jantung adalah bagian tubuh yang sangat vital, orang yang sakit jantung apalagi yang sempat mengalami pembengkakan pada jantungnya dia akan merasakan rasa nyeri dan sakit luar biasa. bila mengalami kasus diatas cobalah resep racikan jamu obat tradisional Indonesia dibawah ini:

1. 3 lembar daun sirih temu rose (bertemu kedudukan ruasnya)
2. 3 bungkul sedang bawang merah
3. 4 buah biji kemukus
4. 1 sendok kecil jinten putih

cara membuatnya :
daun sirih, bawang dan kemukus dicuci bersih, jintan tidak usah dicuci. tumbuk keempat bahan ini sampai halus, bubuhi air 4 sendok makan (air matang). saringlah baru kemudian diminum dua kali sehari, pagi dan sore. lakukan dengan tekun ...Insya Allah sembuh !

Referensi :
- dari berbagai sumber
- http://obatkuno.com

Senin, 14 Juni 2010

Herbal-herbal Penurun Kolesterol

Penyakit jantung koroner dua kali lebih besar mengancam orang-orang yang mempunyai kadar kolesterol 200-240 mg persen dibandingkan mereka yang kadarnya di bawah 240 mg persen.

Kolesterol adalah komponen asam lemak yang terdapat dalam darah. Zat ini sangat diperlukan oleh tubuh untuk proses-proses tertentu bagi kelangsungan hidup. Di antaranya untuk membentuk hormon, membentuk sel, dan merawat sel-sel saraf.

Tetapi, dalam jumlah berlebih kolesterol menjadi ancaman serius bagi tubuh, bahkan bisa menyebabkan kematian. Penyakit yang disebabkan kolesterol adalah aterosklerosis (penyempitan pembuluh darah), penyakit jantung koroner, stroke, tekanan darah tinggi, dan hiperkolesterolemia.

Kadar kolesterol dalam darah bisa diatasi dengan pengobatan secara tradisional dengan memakai aneka tumbuhan yang banyak hidup di Indonesia. Praktik ini sudah berlangsung dari generasi ke generasi.

Yang biasa dimanfaatkan untuk pengobatan kolesterol tinggi adalah daun jati belanda (Guazuma ulmifolia), kemuning (Murraya paniculata), dan tempuyung (Sonchus arvensis).

Daun jati belanda dipercaya bisa meluruhkan lemak dan menurunkan kadar kolesterol dalam darah. Tanaman yang berasal dari negara Amerika beriklim tropis ini tumbuh secara liar di wilayah tropis lainnya seperti di Pulau Jawa.

Jati belanda mengandung senyawa tannin, damar, triterpen, alkaloid, karotenoid, flavonoid, dan asam fenol. Selain bisa menurunkan kadar kolesterol, tanaman ini juga berkhasiat untuk melangsingkan tubuh, astrigen, sebagai obat diare dan obat batuk.

Sedangkan kemuning mengandung atsiri, damar, tannin, glikosida, dan meransin. Tanaman yang biasa tumbuh liar di semak belukar, tepi hutan, atau ditanam sebagai tanaman hias dan tanaman pagar ini bisa dipakai untuk mengobati radang buah zakar (orchitis), radang saluran napas (bronkhitis), infeksi saluran kencing, kencing nanah, keputihan, sakit gigi, dan haid tidak teratur. Juga untuk mengurangi lemak tubuh berlebihan, pelangsing tubuh, nyeri pada tukak (ulkus), memar akibat benturan, rematik, keseleo, digigit serangga dan ular berbisa, ekzema, dan luka terbuka pada kulit.

Tanaman tempuyung memiliki rasa pahit dan bersifat mendinginkan. Pada prinsipnya semua bagian tanaman ini bisa dimanfaatkan. Tapi, yang paling sering adalah bagian daunnya. Penurun kadar kolesterol tinggi dengan kandungan kimia saponin, flavonoida, politenol, alfa-lactucerol, beta-lactucerol, manitol, inositol, kalium, silika, dan taraksasterol adalah manfaat yang bisa didapatkan dari daun tempuyung.

Bila diramu, jati belanda, kemuning, dan tempuyung bisa menjadi obat herbal untuk menurunkan kadar kolesterol dalam darah. Inilah yang dilakukan oleh PT Indofarma. Ketiga herbal tadi diramu menjadi sebuah produk herbal yang diberi nama Prolipid. Sesuai dengan kandungan bahan-bahan pembuatnya, herbal ini membantu menurunkan kadar kolesterol yang tinggi dalam darah.

Hasil penelitian
Senyawa tanin dan musilago yang terkandung dalam daun Jati belanda dapat mengendapkan mukosa protein yang ada di dalam permukaan usus halus sehingga dapat mengurangi penyerapan makanan. Dengan demikian proses obesitas (kegemukan) dapat dihambat.

Hasil penelitian tentang daun jati belanda memperkuat penggunaannya secara ilmiah sebagai tanaman obat. Ekstrak daun jati belanda yang diberikan secara oral dengan konsentrasi 15 persen dan 30 persen dapat menurunkan kadar kolesterol total serum kelinci.

Sedangkan hasil penelitian pada daun kemuning menunjukkan, pemberian infus daun ini sebesar 10 persen, 20 persen, 30 persen, dan 40 persen sebanyak 0,5 ml pada mencit dapat menurunkan berat badannya secara bermakna. Ini menunjukkan telah terjadi peningkatan pembakaran lemak tubuh. Kolesterol merupakan salah satu komponen dari lemak.

Beberapa teori yang lain menyebutkan bahwa khasiat daun jati belanda dan kemuning adalah karena kandungan damarnya. Mekanismenya sebagai berikut, kolesterol yang terbentuk menjadi asam empedu berikatan dengan damar dan segera dieksresi melalui feses. Cepatnya asam empedu dieksresikan oleh tubuh akan disertai oleh cepatnya pembentukan asam empedu sehingga kolesterol dalam tubuh segera diubah menjadi asam empedu. Dengan demikian, proses ini akan mengurangi kadar kolesterol.

Sementara itu, bahan simplisia yang digunakan berkhasiat meningkatkan metabolisme tubuh sehingga pembakaran timbunan lemak dalam tubuh akan meningkat. Dengan demikian akan mengurangi kadar lemak tubuh. Ini berarti akan mengurangi terbentuknya kolesterol karena lemak merupakan faktor risiko tinggi terhadap kolesterol.

Karena merupakan bahan-bahan alami, jika digunakan secara teratur dan terukur, herbal-herbal ini bisa membantu menurunkan kadar kolesterol dalam darah.

Pentingnya Mengendalikan Kolesterol
Lipid atau lemak terdapat dalam makanan kita sehari-hari. Lemak tidak pernah larut dalam plasma darah. Kecuali bila berikatan dengan protein tertentu, ia bisa menyatu dan mengambang dalam darah.

Kolesterol, ditinjau dari sudut kimiawi, diklasifikasikan dalam golongan lipida (lemak) yang berkomponen alkohol steroid. Sebagian besar berfungsi sebagai sumber kalori dalam makanan.

Lemak sangat dibutuhkan oleh tubuh. Selain sebagai cadangan makanan dan pelarut vitamin A, D, E, dan K, lipid juga berfungsi untuk memelihara jaringan saraf dalam tubuh. Tetapi, kadar lemak berlebihan akan memberikan efek yang serius berupa kerusakan pembuluh koroner. Kolesterol berperan dalam proses pengapura dinding pembuluh darah koroner.

Menurut Product Manager PT Indofarma, Agus Kuanto, unsur lemak dalam plasma adalah kolesterol, trigliserida, fosfolipid, dan asam lemak bebas. Tiga unsur yang pertama berikatan dengan protein tertentu membentuk lipo protein. Sedangkan unsur lemak yang terakhir berikatan dengan albumin.

Lemak yang berasal dari makanan mengalami pemecahan menjadi asam lemak bebas, trigliserida, fosfolipid dan kolesterol selama proses pencernaan dalam usus karena di-assembling dan diserap ke dalam darah dalam pembentukan kilomikron.

''Menurut penelitian di Amerika Serikat, kadar kolesterol dianggap tinggi atau hiperkolesterolemia jika mencapai 240 mg persen,'' katanya.

Penyakit jantung koroner dua kali lebih besar mengancam orang-orang yang mempunyai kadar kolesterol 200-240 mg persen dibandingkan mereka yang kadarnya di bawah 240 mg persen.

Ancaman ini akan meningkat menjadi empat kali lebih besar apabila kadar kolesterolnya di atas 300 mg persen. Kadar kolesterol dalam darah dapat berubah-ubah setiap waktu tergantung pola makan. Namun, perubahan itu tidak seberapa besar.

Beberapa faktor yang mempengaruhi kolesterol adalah faktor genetik, umur, jenis kelamin, dan lingkungan. Kadar kolesterol ini cenderung meningkat pada orang-orang yang gemuk, kurang berolahraga, stres, dan perokok.

''Pola makan sehari-hari tidak dapat diabaikan begitu saja. Sebab diet merupakan salah satu faktor yang dapat mempengaruhi tinggi rendahnya kadar kolesterol dalam darah,'' ungkap Agus. (jar )

Sumber : http://www.republika.co.id
Enhanced by Zemanta

Sabtu, 01 Mei 2010

Menangani Dan Mencegah Penyakit Jantung Koroner Dan Serangan Jantung

Menangani Dan Mencegah Penyakit Jantung Koroner Dan Serangan Jantung
Jangan pernah abaikan jika anda merasakan gejala awal penyakit jantung koroner ataupun pernah mengalami serangan jantung ringan. Sangat dibutuhkan penanganan dini oleh paramedis yang terlatih. Hal ini dapat menyelamatkan jantung anda dari kerusakan yang lebih parah atau bahkan dapat menghindari akibat yang lebih fatal yaitu kematian.

Namun jika gejala serangan jantung mulai terjadi, sangat penting untuk segera mencari bantuan medis. Risiko kematian terbesar dari serangan jantung adalah dalam kurun waktu 1 jam setelah terjadi serangan jantung. Perawatan yang cepat dan tepat dari tim medis dapat menyelamatkan otot jantung dari kerusakan yang tidak dapat diperbaiki. Semakin banyak otot jantung yang bisa diselamatkan, semakin cepet dan efektif jantung akan kembali bekerja memompa setelah serangan jantung. Jangan menunda-nunda untuk mendapatkan bantuan medis.

Bila telah terjadi penyumbatan, tindakan medis yang umum diambil adalah pemasangan kateter dan cincin yang menjaga agar pembuluh darah koroner tidak tersumbat. Tetapi, ada kemungkinan terjadi penyumbatan pada pembuluh darah lainnya.

Untuk mencegah penyakit jantung koroner dan serangan jantung, anda dapat melakukan hal-hal berikut:

Pola makan sehat.

Hindari makanan yang banyak mengandung lemak atau yang mengandung kolesterol tinggi. Seafood memiliki kandungan kolesterol tinggi yang dapat membahayakan jantung. Kurangi makanan yang digoreng dan banyak mengandung lemak, sebaliknya makanan dapat diolah dengan cara direbus, dikukus atau dipanggang.

Sebisa mungkin, produk makanan yang kita makan rendah lemak atau tanpa lemak. Pilih susu, keju, mentega atau makanan lain yang rendah lemak. Menggoreng dengan menggunakan minyak zaitun memiliki kandungan lemak yang sangat sedikit sehingga bisa menjadi pilihan bila harus mengolah makanan dengan cara digoreng.

Selain menghindari makanan berlemak, hindari juga makanan dengan kandungan gula tinggi seperti soft drink. Jangan pula tertalu banyak mengkonsumsi karbohidrat, karena dalam tubuh, karbohidrat akan dipecah menjadi lemak. Kalau memungkinkan, konsumsi gandum yang dapat membantu menjaga jantung tetap sehat.

Jangan makan berlebihan agar terhindar dari obesitas, karena seseorang yang memiliki lingkar pinggang lebih dari 80 cm, berisiko lebih besar terkena penyakit jantung koroner.

Berhenti merokok.

Menghisap rokok sangat tidak baik untuk kesehatan jantung, maka segera hentikan kebiasaan menghisap rokok agar jantung tetap sehat.

Hindari stress.

Stress memang sulit dihindari. Saat seseorang mengalami stress, tubuh akan mengeluarkan hormon kortisol yang menyebabkan pembuluh darah menjadi kaku. Hormon norepinephrine akan diproduksi tubuh saat menderita stress, yang akan mengakibatkan naiknya tekanan darah. Maka, sangat baik bila anda menghindari stress baik di kantor atau di rumah.

Hipertensi.

Problem hipertensi atau tekanan darah tinggi juga bisa menyebabkan penyakit jantung. Hipertensi dapat melukai dinding arteri dan memungkinkan kolesterol LDL memasuki saluran arteri dan meningkatkan penimbunan plak.

Obesitas.

Kelebihan berat badan atau obesitas meningkatkan tekanan darah tinggi dan ketidak-normalan lemak. Menghindari atau mengobati obesitas atau kegemukan adalah cara utama untuk menghindari diabetes. Diabetes mempercepat penyakit jantung koroner dan meningkatkan risiko serangan jantung.

Olahraga secara teratur.

Anda dapat melakukan kegiatan olahraga seperti berjalan kaki, jalan cepat, atau jogging. Kegiatan olahraga yang bukan bersifat kompetisi dan tidak terlalu berlebihan dapat menguatkan kerja jantung dan melancarkan peredaran darah ke seluruh tubuh.

Konsumsi antioksidan.

Polusi udara, asap kendaraan bermotor atau asap rokok menciptakan timbulnya radikal bebas dalam tubuh. Radikal bebas dapat menyebabkan endapan pada pembuluh darah yang dapat menyebabkan penyumbatan. Untuk mengeluarkan kandungan radikal bebas dalam tubuh, perlu adanya antioksidan yang akan menangkap dan membuang radikal bebas. Antioksidan dapat diperoleh dari berbagai macam buah-buahan dan sayuran.

Keturunan.

Seorang yang memiliki orang tua atau saudara kandung yang pernah mengalami serangan jantung sebelum usia 60 memiliki risiko lebih besar menderita penyakit jantung koroner. Karena itu, jika anda memiliki kerabat yang pernah mengalami serangan jantung, anda harus lebih berhati-hati dalam menjaga kesehatan tubuh.

Jumat, 05 Maret 2010

Sitemap

- Home
- About
- Links
- Guest Book
- Sitemap

- Artikel Kesehatan
- Berita Kesehatan
- Dunia Bayi
- Gangguan Hormon
- Gangguan Nutrisi dan Metabolisme
- Infeksi & Penyakit Menular
- Jenis Penyakit dan Pencegahannya
- Kanker
- Kecelakaan dan Cedera
- Kelainan Imunitas
- Kesehatan Jiwa
- Masalah Kesehatan Anak
- Masalah Kesehatan Pria
- Masalah Kesehatan Wanita
- Penyakit Darah
- Penyakit Ginjal & Saluran Kemih
- Penyakit Hati dan Empedu
- Penyakit Jantung & Pembuluh Darah
- Penyakit Kelamin
- Penyakit Kulit
- Penyakit Mata
- Penyakit Menular dari Binatang
- Penyakit Mulut & Gigi
- Penyakit Otak & Saraf
- Penyakit Paru-Paru dan Saluran Pernapasan
- Penyakit Sistem Pencernaan
- Penyakit THT
- Penyakit Tulang, Sendi dan Otot
- Tips Kesehatan