Tampilkan postingan dengan label Obat. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Obat. Tampilkan semua postingan

Rabu, 29 Juni 2011

Obat Ini Bikin Jantung Rusak Sembuh Sendiri

Kerusakan otot jantung yang diakibatkan oleh serangan jantung selama ini dianggap sebagai sesuatu yang akan terjadi secara permanen. Namun, para ilmuwan berhasil menciptakan obat yang mampu membuat jantung memperbaiki sendiri kerusakannya.

Obat yang ditunggu-tunggu tersebut baru diuji pada tikus di laboratorium dan berhasil. Obat yang disebut thymosin beta 4 ini oleh British Heart Foundation dianggap sebagai keajaiban dalam riset penyakit jantung. Kendati begitu, masih diperlukan beberapa tahun lagi sebelum obat tersebut bisa dipakai manusia.

Tim ilmuwan dari University College London, Inggris, melakukan riset pada kelompok sel yang mampu mengubah diri menjadi tipe jaringan jantung pada embrio. Namun, pada orang dewasa, sel epicardium-derived progenitor ini menjadi tidak aktif atau tidur. Para ilmuwan lalu menggunakan zat kimia thymosin beta 4 untuk membangunkan sel-sel ini.

"Sel epicardial yang membentengi otot jantung bisa diaktifkan dan membentuk otot jantung yang baru. Kami melihat perbaikan dan kemampuan jantung untuk memompa darah naik 25 persen," kata Profesor Paul Riley dari University College London.

Seperti diketahui, serangan jantung akan membuat jaringan otot kekurangan oksigen dan rusak atau mati. Bila aliran darah dapat dipulihkan, maka kerusakan jantung dapat dibatasi.

"Makin banyak darah yang dipompa, jaringan parut di jantung bisa dikurangi dan dinding jantung menjadi tebal," paparnya.

Apabila obat ini kelak juga efektif pada manusia, maka jutaan nyawa pasien serangan jantung bisa diselamatkan. Obat ini masih terus diteliti dan diperkirakan 10 tahun lagi baru bisa dicoba pada manusia.

Rabu, 27 Januari 2010

Obat Anti Psikotik Menyebabkan Pembesaran Payudara Pada Pria

Pembesaran Payudara
Berdasar pada 10 gugatan yang diajukan di Pengadilan Philadelphia akhir-akhir ini, anak laki-laki dan pria muda yang membawa obat-obat antipsikotik Risperdal dan Invega mengalami efek samping yang serius, yaitu penambahan berat badan yang cepat dan pertumbuhan payudara yang sangat besar sampai ukuran 38D.

Risperdal dan Invega adalah obat antipsikotik dengan struktur kimia dan efek samping yang sama. Risperdal telah disetujui FDA untuk pengobatan skizofrenia, bipolar-mania, dan gejala autisme. Namun, obat ini juga diresepkan off-label untuk menangani masalah-masalah lain seperti Attention Deficit Hyperactivity Disorder (ADHD), sindrom Tourette atau gangguan perilaku.

Stephen Sheller, pengacara yang mengajukan gugatan menyatakan bahwa dia berencana untuk mengumpulkan sedikitnya 20 sampai 30 kasus serupa di Philadelphia dalam dua bulan terhadap perusahaan farmasi Ortho-McNeil-Janssen, yang juga berafiliasi dengan Johnson & Johnson. Sheller juga menuduh bahwa para dokter tidak menangani beberapa pasien dengan serius ketika pasien mengeluh pertumbuhan payudara mereka karena penambahan berat badan yang simultan.

Selasa, 05 Januari 2010

Efek Pemakaian Obat Marijuana

Marijuana
Definisi Marijuana

Marijuana yang terbuat dari batang, daun dan bunga Cannabis sativa yang dikeringkan, biasanya dihisap dalam bentuk rokok. Bahan aktif marijuana adalah tetrahydrocannabinol (THC), yang sangat bervariasi, yang paling aktif adalah delta-9-THC. Tiruan delta-9-THC dibuat sebagai obat yang disebut dronabinol dan digunakan dalam penelitian dan kadang digunakan untuk mengatasi mual dan muntah yang disebabkan oleh kemoterapi kanker.

Beberapa orang menjadi tergantung kepada marijuana dengan alasan psikis, dan ketergantungan ini memiliki semua karakteristik dari bentuk kecanduan yang berat. Ketergantungan fisik pada marijuana belum pernah diperlihatkan secara meyakinkan. Seperti alkohol, marijuana bisa digunakan sewaktu-waktu tanpa menimbulkan kelainan fungsi sosial, fungsi psikis maupun kecanduan.

Gejala Kecanduan Marijuana

Marijuana menekan aktivitas otak, menyebabkan keadaan seperti mimpi dimana gagasannya tidak berhubungan dan tidak terkendali. Persepsi waktu, warna dan ruang bisa terganggu dan semakin berat. Warna terlihat lebih cerah, suara terdengar lebih keras dan nafsu makan bertambah.

Marijuana biasanya mengurangi ketegangan dan menimbulkan perasaan nyaman. Keakraban, kegembiraan dan kebahagiaan tampaknya berhubungan dengan tempat dimana obat digunakan, seperti apakah pecandu menggunakan obat sendiri atau dalam suatu kelompok dan berhubungan dengan suasana hati yang dominan.

Selama pemakaian marijuana, kemampuan komunikasi dan kemampuan motorik menurun, sehingga sangat berbahaya jika pecandu mengemudi atau mengendalikan alat-alat berat. Pecandu yang mengkonsumsi sejumlah besar marijuana mengalami kebingungan dan disorientasi. Mereka bisa mengalami psikosa karena keracunan, mereka tidak mengenali dirinya sendiri, tidak tahu dimana mereka berada atau tidak tahu soal waktu.

Seseorang yang skizofrenik sangat rentan terhadap efek tersebut dan terdapat bukti yang nyata bahwa skizofrenia bisa bertambah buruk jika disertai dengan pemakaian marijuana. Kadang terjadi reaksi panik, terutama pada orang yang baru pertama kali menggunakan marijuana. Efek lainnya yang juga terjadi adalah peningkatan denyut jantung, terdapat bintik merah di mata, dan mulut kering.

Toleransi dapat terjadi pada pemakaian marijuana jangka panjang. Reaksi putus obat dapat berupa peningkatan aktivitas otot dan tidak bisa tidur. Tetapi karena marijuanan dibuang dari tubuh secara perlahan, maka reaksi putus obat cenderung bersifat ringan dan biasanya tidak tampak pada pecandu kelas menengah.

Beberapa penelitan telah menunjukkan bahwa penggunaan marijuana kelas berat dalam jangka waktu yang lama pada laki-laki, bisa mengurangi kadar testosteron, ukuran buah zakar dan jumlah sperma. Pemakaian jangka panjang pada wanita bisa menyebabkan ketidak-teraturan siklus menstruasi. Tetapi efek tersebut tidak selalu terjadi dan efek terhadap kesuburan masih belum pasti.

Wanita hamil yang menggunakan marijuana bisa melahirkan bayi yang lebih kecil. Selain itu delta-9-THC bisa ditemukan dalam ASI dan bisa mempengaruhi bayi yang disusui. Efek menggunakan marijuana dalam jangka panjang terhadap paru-paru, mirip dengan efek rokok. Yaitu sering terjadi bronkitis dan peningkatan resiko terjadinya kanker paru-paru.

Diagnosa Keracunan Marijuana

Hasil pemeriksaan air kemih untuk marijuana biasanya tetap positif selama beberapa hari setelah penggunaan, bahkan pada pemakaian sewaktu-waktu. Pada pemakaian yang terus menerus, hasil tes bisa tetap positif dalam waktu yang lebih lama karena obat secara perlahan dilepaskan dari tubuh. Lamanya hasil positif ini menetap bervariasi, tergantung kepada banyaknya THC dan frekuensi pemakaian marijuana.

Pemeriksaan air kemih merupakan pemeriksaan yang efektif untuk menemukan pemakai marijuana. Hasil pemeriksaan yang positif hanya menunjukkan bahwa orang tersebut pernah menggunakan marijuana, tetapi tidak menunjukkan bahwa pemakai marijuana tersebut baru saja mengalami intoksikasi.

Kamis, 02 Juli 2009

Obat Antibiotik

Obat Antibiotik
Ketika sakit flu, batuk, maag, atau sakit kepala (pusing), kebanyakan orang mengobatinya dengan mengkonsumsi obat bebas yang dapat dibeli di toko atau apotik. Hal ini disebabkan karena penyakit tersebut biasanya cepat sembuh dan dianggap tidak berbahaya. Tetapi, ada hal yang perlu diperhatikan saat mengkonsumsi obat bebas atau antibiotik.

Bila dirasa penyakit tidak kunjung sembuh setelah mengkonsumsi obat bebas, sebaiknya segera pergi ke dokter supaya dapat diperiksa dan diberikan obat yang tepat. Untuk penyakit yang berhubungan dengan infeksi, biasanya dokter akan memberikan antibiotik, walaupun dalam banyak kasus ada penyakit yang dapat disembuhkan tanpa mengkonsumsi antibiotik.

Antibiotik yang dikonsumsi secara berlebihan dalam jangka pendek dapat menyebabkan alergi seperti gatal-gatal, nyeri lambung, mual atau bengkak pada bibir, kelopak mata, dan bagian tubuh lainnya. Dampak lainnya adalah bakteri menjadi resisten (kebal) terhadap antibiotik, sehingga apabila bakteri yang sama menyerang tubuh diperlukan antibiotik dengan dosis yang lebih besar atau antibiotik yang lebih berat untuk membunuh bakteri.

Karena itu jika sakit tidak terlalu parah, sebaiknya hindari penggunaan antibiotik, karena dapat membuat bakteri dalam tubuh lebih kebal. Di negara-negara maju, penggunaan antibiotik dibatasi dan tidak mudah diberikan kepada pasien. Dokter biasanya akan memberikan resep dengan obat non antibiotik kecuali kondisi infeksi atau penyakit pada pasien sudah tergolong parah.

Rabu, 01 Juli 2009

Kandungan Dalam Obat Bebas

Obat Bebas
Dalam mengkonsumsi obat, baik itu obat bebas ataupun obat yang menggunakan resep dokter sebaiknya tidak dilakukan saat perut dalam keadaan kosong karena dapat menyebabkan efek samping yang buruk bagi kesehatan tubuh. Saat minum obat, gunakan air putih, jangan kopi, susu, atau teh. Dan yang terpenting selalu ikuti anjuran pemakaian agar terhindar dari efek samping yang berbahaya.

Selain itu untuk membeli obat bebas, pertimbangkan kandungan yang ada dalam obat. Obat bebas aman dikonsumsi jika sakit anda adalah sakit yang umum dan ringan, seperti hanya pusing, pilek, atau batuk tanpa disertai gejala-gejala lainnya yang berat.

Berikut adalah kandungan-kandungan dalam obat bebas yang perlu anda ketahui :
  • Parasetamol (Asetaminofen) : Penurun panas (antipiretik) dan meredakan nyeri otot dan sendi (analgesik).
  • Klorpeniramin / Difenhidramin / Feniramin / Tripolidin (Antihistamin) : Mengatasi alergi dan meredakan bersin.
  • Pseudoefedrin / Efedrin / Fenilefrin / Fenilpropanolamin (Dekongestan) : Melegakan tenggorokan dan saluran pernapasan dengan cara mengurangi lendir.
  • Dextromethorphan (Antitusif) : Meredakan refleks batuk secara langsung dengan cara menekan pusat batuk baik yang berada medulla atau pada pusat saraf (otak).
  • Guaifenesin dan garam Ammonium Guaicol : Mengeluarkan cairan encer sehingga dahak menjadi lebih encer dan mudah dikeluarkan.
  • Ambroxol dan Bromexin (Mukolitik) : Mengurangi kekentalan cairan lendir.
  • Asam Mefenamat atau Asam Asetil Salisilat : Menurunkan panas dan meredakan nyeri otot dan sendi.
  • Aluminium Hidroksida dan Magnesium Hidroksida : Mengurangi nyeri lambung dengan menetralkan asam lambung.
  • Attapulgite dan Pectin : Mengurangi pergerakan usus untuk mengobati diare.
Efek samping yang biasa terjadi bila kelebihan dosis (over dosis) adalah nyeri lambung, jantung berdebar, gelisah, kejang atau hilang kesadaran, bahkan bisa mengakibatkan kematian.

Selasa, 30 Juni 2009

Petunjuk Dalam Membeli Obat Bebas

Obat Bebas
Obat bebas adalah obat yang dapat dibeli secara bebas di apotik atau toko obat, dan tidak membutuhkan resep dari dokter. Obat bebas cukup aman dikonsumsi bila mengikuti petunjuk dan aturan pakai dan dosis yang tercantum dalam kemasan obat. Ketika membeli obat bebas, pastikan juga apakah obat tersebut benar-benar obat bebas yang aman, dan bukan obat yang membutuhkan resep dari dokter.

Sesuaikan obat yang akan dikonsumsi dengan penyakit yang diderita. Misalnya, saat batuk, perhatikan apakah batuk tersebut termasuk jenis batuk kering atau batuk berdahak. Batuk kering biasanya disebabkan karena adanya iritasi. Sedangkan batuk berdahak karena akibat adanya virus atau bakteri sehingga tubuh menghasilkan lendir sebagai mekanisme pertahanan tubuh.

Atau bila menderita flu, dapat dideteksi apakah flu disebabkan virus atau bakteri. Flu yang disebabkan virus biasanya mengeluarkan cairan encer yang sebenarnya bisa disembuhkan tanpa perlu mengkonsumsi obat, dengan cukup beristirahat, minum banyak air, dan makan makanan bergizi dan mengandung banyak vitamin khususnya vitamin C. Sebaliknya, bila cairan kental berarti flu disebabkan oleh bakteri yang perlu diatasi dengan mengkonsumsi obat atau pergi ke dokter untuk mendapatkan antibiotik.

Perlu diketahui juga apa kandungan yang terdapat dalam obat bebas dan pastikan juga kita tidak alergi terhadap kandungan yang ada dalam obat tersebut. Hindari mengkonsumsi kandungan tertentu dalam obat dengan dosis dua kali lipat atau lebih. Hal ini dimungkinkan apabila seseorang mengkonsumsi obat flu dan obat sakit kepala bersamaan sehingga kandungan parasetamol yang terdapat dalam kedua obat tersebut masuk ke tubuh dengan dosis ganda.

Sabtu, 13 Juni 2009

Harapan Baru Pengobatan Virus HIV

Pengobatan Virus HIV
Menurut laporan jurnal “New England Journal of Medicine”, seorang penderita virus HIV dengan leukemia yang berumur 42 tahun, secara tiba-tiba tidak terdeteksi gejala AIDS setelah dilakukan transplantasi stem cell dari donor dan terjadi mutasi gen yang mengakibatkan resisten terhadap virus HIV. Hingga 2 tahun setelah proses transplantasi dilakukan, penderita tidak lagi menampakkan gejala-gejala AIDS.

Pada laporan tersebut, tim medis yang dipimpin oleh Dr. Gero Hutter dari Jerman mengatakan bahwa awalnya transplantasi stem cell dari penderita tersebut adalah untuk penanganan leukemia-nya, bukan penanganan virus HIV-nya. Namun setelah itu terjadi mutasi gen yang mengakibatkan sel darah menjadi resisten terhadap virus HIV. Mutasi tersebut terjadi pada reseptor yang dikenal sebagai CCR5, yang secara normal ditemukan pada permukaan T cell – sel pada sistem kekebalan tubuh yang diserang oleh virus HIV. Gen yang telah bermutasi tersebut dikenal sebagai CCR5 delta 32, dan ditemukan pada 1% - 3% populasi orang kulit putih di Eropa.

Virus HIV menggunakan CCR5 sebagai co-reseptor untuk merusak sistem kekebalan tubuh. Sejak CCR5 bermutasi menjadi CCR5 delta 32, virus HIV tidak lagi mampu menyerang sel sehingga terjadi kekebalan tubuh alami pada orang yang mengalami mutasi gen.

Meskipun penemuan ini menjanjikan harapan baru untuk pengobatan virus HIV, Dr. Jay Levy dari University of California San Francisco mengatakan bahwa transplantasi stem cell itu sendiri sangat berbahaya untuk digunakan sebagai pengobatan rutin. Karena satu dari tiga proses transplantasi berakhir pada kematian. Ditambahkan, kemungkinan transplantasi bukan cara yang tepat untuk pengobatan virus HIV karena virus HIV bisa menyerang sel yang lain dan bersembunyi dalam tubuh penderita yang akan menyerang lagi dikemudian hari.

Hal ini disetujui oleh Dr. Hutter, bahwa transplantasi tidak seharusnya digunakan untuk mengobati HIV sendiri. Karena pada kasus di atas yang ditanganinya, transplantasi dilakukan untuk penanganan leukemia. Hasil transplantasi itu sendiri yang sangat mengejutkan, karena gejala leukemia dan HIV menghilang bersamaan.

Hingga saat ini, penemuan tersebut masih dalam penelitian yang lebih lanjut. Dan diharapkan dalam waktu 5 tahun kedepan, para peneliti sudah menemukan titik cerah pengobatan virus HIV.

Minggu, 19 Oktober 2008

Makanan Untuk Obat

Makanan Untuk Obat
Makanan yang kita nikmati sehari-hari pada dasarnya dapat berfungsi sebagai obat untuk mengurangi atau mencegah penyakit. Berikut ini keluhan dan jenis makanan yang bisa Anda gunakan sebagai obat:

Sakit kepala
Makan ikan. Minyak ikan membantu mencegah sakit kepala. Begitu pula jahe yang mampu mengurangi peradangan dan rasa sakit.

Insomnia
Madu! Gunakan madu sebagai penenang.

Asma
Makan bawang bombay. Bawang melegakan gangguan pada saluran tenggorokan.

Encok
Juga makan ikan! Salmon, tuna, mackerel dan sardine dapat mencegah radang sendi.

Gangguan perut
Pisang, jahe! Pisang membuat nyaman perut. Jahe akan mencegah mual di pagi hari.

Infeksi kandung kemih
Minum jus cranberry. Asam tinggi pada jus cranberry sanggup mengendalikan bakteri perusak.

Keluhan tulang
Makan nanas! Tulang retak dan osteoporosis dapat dicegah oleh mangan yang terdapat pada nanas.

Gangguan ingatan
Makan tiram. Tiram membantu memperbaiki fungsi mental dengan memasok banyak zinc sesuai yang dibutuhkan.

Demam
Makan bawang putih. Bawang putih sanggup meringankan kepala yang berat akibat demam.

Batuk-batuk
Gunakan cabai merah! Sejenis kandungan yang sama sebagaimana terdapat pada sirup obat batuk juga ditemukan pada cabai merah. Gunakan cabai merqah dengan hati-hati karena bisa membuat perut sakit.

Kanker payudara
Gandunm, bekatul, dan kobis membantu memelihara estrogen hingga tingkat yang cukup untuk sehat.

Kanker paru
Makan sayur-mayur berwarna hijau tua dan oranye serta kacang merah. Beta-karoten yang banyak ditemui pada sayur-mayur berwana hijau tua dan oranye merupakan penagkal kanker yang ampuh.

Diare
Makan apel. Parut sebuah apel beserta kulitnya, biarkan warnanya berubah menjadi cokelat, dan makanlah untuk menyembuhkan diare.

Tekanan darah tinggi
Makan seledri dan minyal zaitun. Minyak zaitun sudah terbukti mampu menurunkan tekanan darah. Seledri mengandung zat yang juga menurunkan tekanan darah itu.

Ketidakseimbangan gula darah
Makan brikoli dan kacang. Chromium dalam brokoli dan kacang membantu mengatur insulin dan gula darah.

Sabtu, 18 Oktober 2008

Antidepresan Dapat Merusak Sperma

Obat Antidepresan
Riset ilmuwan di Amerika Serikat mengindikasikan, obat yang digunakan jutaan pria di dunia untuk meringankan depresi ternyata dapat menimbulkan efek samping terhadap kualitas kesuburan.

Penelitian terhadap puluhan pria sehat menunjukkan, pemberian obat antidepresan paroxetine selama empat pekan menyebabkan kerusakan pada sebagian besar DNA sperma para partisipan.

Tim peneliti dari Cornell Medical Center di New York yang menggagas riset ini menegaskan, temuan ini tidak serta-merta memberi indikasi adanya ancaman bagi para pria dalam mendapatkan keturunan. Menurut seorang ahli fertilitas di Sheffield, Inggris, hasil riset yang dimuat New Scientist ini perlu dikembangkan lebih lanjut.
Paroxetine, yang dijual dengan merek Seroxat atau Paxil, adalah salah satu obat antidepresan yang paling banyak diresepkan. Penelitian ini tercatat sebagai riset kedua yang dilakukan di Cornell Medical Center untuk mencari kemungkinan dampak penggunaan obat antidepresan terhadap kualitas sperma.

Pada riset yang dipimpin Peter Schlegel dan Cigdem Tanrikut ini, 35 partisipan sehat diminta secara sukarela memberikan sampel sperma sebelum dan setelah mendapatkan pengobatan paroxetine. Hasil pemeriksaaan di bawah mikroskop tidak menunjukkan perbedaan yang berarti pada dua jenis sampel sperma, yakni sebelum dan setelah pengobatan. Bentuk dan pergerakan sperma pada dua kelompok sampel tampak normal.

Namun demikian, saat pengujian fragmentasi DNA, dua kelompok sampel sperma menunjukkan perbedaan. Beberapa sperma yang mengalami gangguan DNA ditemukan pada setiap sampel, dan 13,8 persen sel-sel sperma yang dihasilkan sebelum pengobatan ditemukan mengalami fragmentasi. Setelah pengobatan dengan paroxetine selama empat minggu, jumlah yang terfragmentasi meningkat hingga 30,3 persen.

Salah satu pertanyaan kunci adalah apakah perubahan ini cukup signifikan memengaruhi kesuburan pria, atau apakah sisa 70 persen sperma yang tidak terpengaruh bakal cukup untuk menghasilkan kehamilan secara konsisten.

Pada pasangan yang menjalani program bayi tabung atau In Vitro Fertilization, beberapa penelitian mengindikasikan bahwa pasangan dengan tingkat kerusakan DNA spermanya tinggi menghasilkan lebih sedikit embrio. Embrio mereka juga cenderung sulit berhasil saat ditanamkan dalam rahim.

Dr Allan Pacey, pakar Andrologi dari University of Sheffield, berpendapat, meski banyak laporan sporadis menyebutkan antidepresan dapat memengaruhi kualitas sperma, perlu banyak riset lanjutan dalam upaya membantu para ilmuwan mengevaluasi risiko penggunaan obat.

"Munculnya peningkatan kerusakan DNA pada sperma adalah hal yang perlu diwaspadai meski pada tingkat yang kita anggap kerusakannya dapat merugikan secara klinis masih menjadi kontroversi bagi para ilmuwan.

"Patut disayangkan peneliti tampaknya tidak melakukan riset secara acak dan kontrol yang mana teknik ini menjadi cara paling ilmiah untuk meneliti pengaruh obat. Tetapi saya percaya bahwa hasil temuan ini menjadi perhatian dan perlu diteliti lebih lanjut," paparnya.

Sementara itu, perusahaan yang memproduksi obat ini, GlaxoSmithKline, menyatakan akan me-review hasil penelitian ini. "Obat-obatan ini masih tetap menjadi pilihan penting, selain konseling dan perubahan gaya hidup, untuk mengobati depresi. Riset ini seharusnya tidak perlu menimbulkan kekhawatiran para pasien. Pasien juga harus mendiskusikan kondisi mereka dengan dokter sebelum menggunakan obat ini," ujar juru bicara GlaxoSmithKline.

Rabu, 17 September 2008

Tanaman Obat : Belimbing Manis

Belimbing Manis
Belimbing Manis (Averrhoa Carambola L.) atau dalam bahasa Inggris disebut starfruit (bila dipotong memiliki penampang yang berbentuk bintang) merupakan tumbuhan yang berasal dari daerah tropis. Beberapa ahli biologi mengatakan bahwa Belimbing Manis merupakan tumbuhan asli Indonesia dan Malaysia.

Ciri buah Belimbing Manis berwarna kuning kehijauan ketika masih muda dan berwarna kuning kemerahan kalau sudah tua, berbiji kecil berwarna coklat, rasanya manis dengan sedikit asam dan banyak mengandung air.

Kandungan gizi yang terdapat dalam Belimbing Manis per 100 gram yaitu :


Energi35,00 Kalori
Protein0,50 gr
Lemak0,70 gr
Karbohodrat7,70 gr
Kalsium8,00 mg
Fosfor22,00 mg
Serat0,90 gr
Besi0,80 mg
Vitamin A18,00 RE
Vitamin B10,03 mg
Vitamin B20,02 mg
Vitamin C33,00 mg
Niacin0,40 gr


Manfaat

Dengan cara dimakan biasa atau dijadikan juice, Belimbing Manis memiliki banyak manfaat sebagai obat tradisional atau obat alternatif. Kandungan vitamin C yang tinggi dalam buah Belimbing Manis bermanfaat sebagai antioksidan yang berfungsi untuk memerangi radikal bebas dan mencegah penyebaran sel-sel kanker, meningkatkan daya tahan tubuh, dan mencegah sariawan. Pektin yang terdapat dalam buah Belimbing Manis mampu mengikat kolesterol dan asam empedu dalam usus, kemudian membantu pengeluarannya sehingga dapat menurunkan kadar kolesterol dalam darah dan melancarkan pencernaan. Sedangkan kandungan Kalium yang tinggi dan Natrium yang rendah sangat memungkinkan Belimbing Manis dijadikan sebagai obat anti hipertensi.

Selain buahnya yang memiliki banyak khasiat, pada bunga, daun, dan akarnya diyakini memiliki khasiat untuk obat anti malaria, maag, bisul, rematik dan lain-lain. Namun hingga saat ini penulis belum menemukan literature terpercaya yang bisa dijadikan acuan.

Bahaya

Selain memiliki banyak manfaat, pada beberapa kasus buah Belimbing Manis ternyata juga sangat berbahaya untuk dikonsumsi. Karena kadar gula yang tinggi, buah ini tidak dianjurkan untuk dikonsumsi oleh penderita diabetes. Juga pada penderita penyakit ginjal, mengkonsumsi buah ini akan memperparah penyakitnya karena kandungan Asam Oxalat yang tinggi yang terdapat dalam buah ini.

Selain itu, Belimbing Manis mengandung racun yang mempengaruhi otak dan syaraf dimana pada penderita penyakit ginjal, racun tersebut tidak dapat disaring dan dibuang sehingga akan memperparah keadaan ginjalnya.

Selasa, 15 April 2008

Daun Sirih


Kesehatan gigi secara tradisional erat kaitannya dengan daun sirih bagi orang Indonesia sudah pasti mengetahui kalau daun sirih memang mempunyai banyak khasiat khusunya dalam bidang kesehatan gigi dan mulut. Manfaat daun sirih untuk gigi memang tidak diragukan lagi dan sampai sekarang kakek dan nenek masih menggunakan daun sirih untuk membersihkan gigi ( ini pengalaman saya dikampung hehehe, mungkin kalau nenek dan kakeknya moderen sudah tidak menggunakan daun sirih lagi). Beberapa daerah menggunakan daun sirih sebagai sarana dalam ritual, dan pastinya daun sirih merupakan tanaman obat yang sangat populer.

Uraian tanaman

Tanaman merambat ini bisa mencapai tinggi 15 m. Batang sirih berwarna coklat kehijauan,berbentuk bulat, beruas dan merupakan tempat keluarnya akar. Daunnya yang tunggal berbentuk jantung, berujung runcing, tumbuh berselang-seling, bertangkai, dan mengeluarkan bau yang sedap bila diremas. Panjangnya sekitar 5 - 8 cm dan lebar 2 - 5 cm. Bunganya majemuk berbentuk bulir dan terdapat daun pelindung ± 1 mm berbentuk bulat panjang. Pada bulir jantan panjangnya sekitar 1,5 - 3 cm dan terdapat dua benang sari yang pendek sedang pada bulir betina panjangnya sekitar 1,5 - 6 cm dimana terdapat kepala putik tiga sampai lima buah berwarna putih dan hijau kekuningan. Buahnya buah buni berbentuk bulat berwarna hijau keabu-abuan. Akarnya tunggang, bulat dan berwarna coklat kekuningan.


Kandungan dan manfaat

Minyak atsiri dari daun sirih mengandung minyak terbang (betIephenol), seskuiterpen, pati, diatase, gula dan zat samak dan chavicol yang memiliki daya mematikan kuman, antioksidasi dan fungisida, anti jamur. Sirih berkhasiat menghilangkan bau badan yang ditimbulkan bakteri dan cendawan. Daun sirih juga bersifat menahan perdarahan, menyembuhkan luka pada kulit, dan gangguan saluran pencernaan. Selain itu juga bersifat mengerutkan, mengeluarkan dahak, meluruhkan ludah, hemostatik, dan menghentikan perdarahan.

Kegunaan :
Batuk
Sariawan
Bronchitis
Jerawat
Keputihan
Sakit gigi karena berlubang (daunnya)
Demam berdarah
Bau mulut
Haid tidak teratur
Asma
Radang tenggorokan (daun dan minyaknya)
Gusi bengkak (getahnya)


Pemakaian Luar
Eksim
Luka bakar
Koreng (pyodermi)
Kurap kaki
Bisul
Mimisan
Sakit mata
Perdarahan gusi
Mengurangi produksi ASI
Menghilangkan gatal


Keterangan

Biasanya untuk obat hidung berdarah, dipakai 2 lembar daun segar Piper betle, dicuci, digulung kemudian dimasukkan ke dalam Iubang hidung.


Peringatan

Mengunyah sirih terlalu banyak dan dalam rentan waktu yang lama telah dikaitkan dengan penyakit kanker mulut dan tenggorokan squamous cell carcinoma.

Sumber: wikipedia

Rabu, 06 Februari 2008

Obat Anti-Diabetika

Kencing manis atau penyakit gula, sudah dikenal sejak lebih kurang dua ribu tahun yang lalu. beberapa dari kita mengalami penyakit ini yang dalam dunia medis lebih dikenal dengan Diabetes Mellitus ( bahasa latih : Diabetes = penerusan; mellitus = manis).

diabetes mellitus, penyakit gula atau penyakit kencing manis, diketahui sebagai suatu penyakit yang disebabkan oleh adanya gangguan menahun terutama pada sistem metabolisme karbohidrat, lemak, dan juga protein dalam tubuh. Nah beberapa dari kita pastilah mengalami kebingungan saat mengalami penyakit ini. belum lagi kalau kita ada masalah pada gigi kita, wah pertanyaan pertama yang diajukan dokter gigi pastilah menanyakan penyakit diabetes mellitus.
Bukan maksud untuk selalu menyinggung penyakit ini kalau dokter gigi menanyakannya karena pada terapi atau tindakan yang dilakukan leh dokter gigi sangatlah berhubungan dengan penyakit ini, misalkan saja kalau mau mencabut gigi. kalau kita mengidap penyakit diabetes mellitus, luka yang diakibatkan oleh pencabutan gigi pada gusi malah akan memperparah keadaan kalau kita menderita penyakit ini. hal ini dikarenakan pada penderita diabetes mellitus luka tidak akan cepat sembuh seperti keadaan orang normal.
oleh karena itu sangat dianjurkan untuk mengobati penyakit ini dahulu barulah melakukan pencabutan gigi.

saat ini saya akan membahas beberapa obat yang bisa digunakan untuk penyakit diabetes mellitus ini.
Obat - obat anti-diabetik oral yang sekarang banyak digunakan adalah berasal dari kedua golongan berikut.
1. Derivat Sulfonilurea.
2. Derivat Biguanida.

Disamping obat anti-diabeik oral yang banyak digunakan tersebut, dapat digunankan tersebut, dapat digunakan pula satu obat lain yang memiliki khasiat yang lebih tinggi, yaitu hormon insulin yang pernah dibuat selama in iberasal dari sapi, babi, anjing, kuda, domba, dan burung. namun ternyata dari hasil penelitian, dapat diketahui bahwa hormon-hormon insulin tersebut memiliki struktur kimia yang berbeda dengan struktur kimia hormon insulin manusia (hanya hormon insulin sapi, babi, dan burung yang agak mirip dengan insulin manusia). sehingga dengan demikian, hanya hormon insulin sapi dan babi saja yang banyak digunakan untuk terapi. Hormon insulin yang digunakan untuk terapi dibedakan berdasarkan daya kerjanya, sebagai berikut :

1. Insulin dengan masa kerja pendek (2-4 jam), misalnya Regular Insulin dan Actrapid.
2. Insulin dengan masa kerja menengah (6-12 jam), misalnya monotard dan NPH.
3. Insulin dengan masa kerja panjang (18-24 jam), misalnya PZI (protamin Zink Insulin) dan Monotard Ultralente.

pengobatan dengan hormon insulin biasa diberikan kepada pasien muda yang gagal disembuhkan dengan terapi oral, atau pada wanita hamil dan penderita dengan infeksi akut/komplikasi ginjal. Preparat insulin yang sudah banyak beredar pada saat ini, sudah dibuat Human Mono Component, sehingga memiliki toleransi yang lebih tinggi dengan kemungkinan alergi yang legih kecil.

Minggu, 20 Januari 2008

Antibiotik

Antibiotik adalah segolongan senyawa, baik alami maupun sintetik, yang mempunyai efek menekan atau menghentikan suatu proses biokimia di dalam organisme, khususnya dalam proses infeksi oleh bakteri. Penggunaan antibiotik khususnya berkaitan dengan pengobatan penyakit infeksi, meskipun dalam bioteknologi dan rekayasa genetika juga digunakan sebagai alat seleksi terhadap mutan atau transforman. Antibiotik bekerja seperti pestisida dengan menekan atau memutus satu mata rantai metabolisme, hanya saja targetnya adalah bakteri. Antibiotik berbeda dengan desinfektan karena cara kerjanya. Desifektan membunuh kuman dengan menciptakan lingkungan yang tidak wajar bagi kuman untuk hidup.

Tidak seperti perawatan infeksi sebelumnya, yang menggunakan racun seperti strychnine, antibiotik dijuluki "peluru ajaib": obat yang membidik penyakit tanpa melukai tuannya. Antibiotik tidak efektif menangani infeksi akibat virus, jamur, atau nonbakteri lainnya, dan Setiap antibiotik sangat beragam keefektifannya dalam melawan berbagai jenis bakteri. Ada antibiotik yang membidik bakteri gram negatif atau gram positif, ada pula yang spektrumnya lebih luas. Keefektifannya juga bergantung pada lokasi infeksi dan kemampuan antibiotik mencapai lokasi tersebut.

Antibiotik oral (yang dimakan) mudah digunakan bila efektif, dan antibiotik intravena (melalui infus) digunakan untuk kasus yang lebih serius. Antibiotik kadangkala dapat digunakan setempat, seperti tetes mata dan salep. Sejarah singkat penemuan antibiotik modern
Penemuan antibiotik terjadi secara 'tidak sengaja' ketika Alexander Fleming, pada tahun 1928, lupa membersihkan sediaan bakteri pada cawan petri dan meninggalkannya di rak cuci sepanjang akhir pekan. Pada hari Senin, ketika cawan petri tersebut akan dibersihkan, ia melihat sebagian kapang telah tumbuh di media dan bagian di sekitar kapang 'bersih' dari bakteri yang sebelumnya memenuhi media. Karena tertarik dengan kenyataan ini, ia melakukan penelitian lebih lanjut terhadap kapang tersebut, yang ternyata adalah Penicillium chrysogenum syn. P. notatum (kapang berwarna biru muda ini mudah ditemukan pada roti yang dibiarkan lembab beberapa hari). Ia lalu mendapat hasil positif dalam pengujian pengaruh ekstrak kapang itu terhadap bakteri koleksinya. Dari ekstrak itu ia diakui menemukan antibiotik alami pertama: penicillin G.
Penemuan efek antibakteri dari Penicillium sebelumnya sudah diketahui oleh peneliti-peneliti dari Institut Pasteur di Perancis pada akhir abad ke-19 namun hasilnya tidak diakui oleh lembaganya sendiri dan tidak dipublikasi. Macam-macam antibiotik
Antibiotik dapat digolongkan berdasarkan sasaran kerja senyawa tersebut dan susunan kimiawinya. Ada enam kelompok antibiotik dilihat dari sasaran kerja (targetnya)(nama contoh diberikan menurut ejaan Inggris karena belum semua nama diindonesiakan atau diragukan pengindonesiaannya):
Inhibitor sintesis dinding sel bakteri, mencakup golongan Penicillin, Polypeptide dan Cephalosporin, misalnya ampicillin, penicillin G;
Inhibitor transkripsi dan replikasi, mencakup golongan Quinolone, misalnya rifampicin, actinomycin D, nalidixic acid;
Inhibitor sintesis protein, mencakup banyak jenis antibiotik, terutama dari golongan Macrolide, Aminoglycoside, dan Tetracycline, misalnya gentamycin, chloramphenicol, kanamycin, streptomycin, tetracycline, oxytetracycline;
Inhibitor fungsi membran sel, misalnya ionomycin, valinomycin;
Inhibitor fungsi sel lainnya, seperti golongan sulfa atau sulfonamida, misalnya oligomycin, tunicamycin; dan
Antimetabolit, misalnya azaserine.
Penggunaan antibiotik
Karena biasanya antibiotik bekerja sangat spesifik pada suatu proses, mutasi yang mungkin terjadi pada bakteri memungkinkan munculnya strain bakteri yang 'kebal' terhadap antibiotik. Itulah sebabnya, pemberian antibiotik biasanya diberikan dalam dosis yang menyebabkan bakteri segera mati dan dalam jangka waktu yang agak panjang agar mutasi tidak terjadi. Penggunaan antibiotik yang 'tanggung' hanya membuka peluang munculnya tipe bakteri yang 'kebal'.
Pemakaian antibiotik di bidang pertanian sebagai antibakteri umumnya terbatas karena dianggap mahal, namun dalam bioteknologi pemakaiannya cukup luas untuk menyeleksi sel-sel yang mengandung gen baru. Praktik penggunaan antibiotik ini dikritik tajam oleh para aktivis lingkungan karena kekhawatiran akan munculnya hama yang tahan antibiotik.

Analgesik

Ketika saya sedang surfing di internet untuk membaca berita online, saya tertarik dengan sebuah artikel yang yang dimuat di republika online, artikel ini mengenai analgesik. dimana analgesik sangat dekat dengan ilmu kedokteran apa lagi kedokteran gigi, wah bayangkan kalau tidak ditemukan analgesik sampai sekarang mungkin kita harus menanggung rasa sakit yang sangat hebat apabila kita perlu pengobatan yang memerlukan tindakan bedah atau semacamnya. Nah apakah analgesik itu??

Analgesik adalah golongan obat yang dapat menghilangkan rasa nyeri seperti nyeri kepala, gigi, dan sendi. Obat golongan analgesik umumnya juga mempunyai efek antipiretik, yakni mampu menurunkan suhu tubuh, sehingga biasa disebut obat golongan analgesik-antiperitik, seperti aspirin, parasetamol, dan antalgin.

Analgesik-antiperitik biasanya digunakan untuk mengobati penyakit dengan gejala demam (suhu tubuh meningkat) dan nyeri, seperti influenza dan salesma. Karena mempunyai efek samping yang ringan, obat golongan analgesik-antiperitik dijual bebas di pasaran.

Obat golongan ini mampu menurunkan panas (antiperitik) karena menormalkan pusat pengatur suhu yang terletak di batang otak. Selain itu mampu melebarkan pembuluh darah kulit dan memperbanyak keringat sehingga semakin banyak panas yang dibuang. Selain bekerja di susunan syaraf pusat, analgesik-antiperitik dapat mencegah pembentukan prostaglandin, yakni zat yang menimbulkan rasa nyeri dan panas.

Analgesik-antiperitik terdiri dari empat golongan, yakni salisilat, asetaminofen, piralozon, dan golongan asam (asam-mefenamat). Salisilat di pasaran dikenal sebagai aspirin. Dalam dosis tinggi, aspirin mempunyai khasiat antiradang sehingga sering digunakan untuk mengobati radang sendi (rematik).

Obat ini juga bersifat mengurangi daya ikat sel-sel pembeku darah sehingga penting untuk segera diberikan pada penderita angina (serangan jantung), untuk mencegah penyumbatan pembuluh darah jantung karena penggumpalan/pembekuan darah. Aspirin dapat menimbulkan nyeri dan perdarahan lambung, karena itu sebaiknya dikonsumsi setelah makan. Dosis yang berlebihan dapat menyebabkan telinga berdenging, tuli, penglihatan kabur, bahkan kematian.

Asetaminofen di pasaran dikenal sebagai parasetamol. Obat ini mempunyai khasiat antiradang yang jauh lebih lemah dari aspirin sehingga tidak bisa digunakan untuk mengobati rematik. Asetaminofen tidak merangsang lambung sehingga dapat digunakan oleh penderita sakit lambung.

Sementara piralozon, antara lain antalgin, neuralgin, dan novalgin, amat manjur sebagai penurun panas dan penghilang rasa nyeri. Piralozon dapat menimbulkan efek berbahaya yakni agranulositosis (berkurangya darah putih), karena itu dilarang dijual bebas di Indonesia.

Sabtu, 19 Januari 2008

Efek aspirin pada anak

Aspirin yang dikenal sebagai obat pereda nyeri (analgesik), anti-inflamasi (antiperadangan), dan penurun demam (antipiretik) tidak dianjurkan untuk anak-anak. Obat itu menimbulkan sindrom Reye.

Hal itu dikatakan dokter spesialis anak dari RSCM, dr Hindra Irawan Satari SpA, dan dari Rumah Sakit Sumber Waras, dr Tatang Kustimansamsi SpA, kepada Pembaruan di Jakarta, Rabu (28/8).

Menurut Hindra, para dokter kini tidak meresepkan aspirin (salisilat) untuk menurunkan demam pada anak-anak. Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA) beberapa waktu lalu merekomendasikan agar aspirin, juga berbagai produk yang mengandung aspirin (asetilsalisilat, asetilsalisilik, asam salisilik), tidak diberikan kepada anak berusia kurang dari 19 tahun.

Aspirin, kata Tatang, bisa merusak fungsi hati (liver) sehingga menimbulkan sindrom Reye. Untuk meredakan nyeri dan menurunkan demam pada anak-anak, saat ini dianjurkan parasetamol (asetaminofen) karena efek sampingnya rendah dan harganya terjangkau.

"Zaman dahulu, aspirin banyak digunakan dan dianggap sebagai obat yang cukup ampuh, tetapi kemudian dilaporkan kejadian sindrom Reye karena aspirin. Parasetamol saat ini menjadi pilihan utama, namun dosisnya juga harus diperhatikan," kata Hindra.

Sindrom Reye

Tatang menyebutkan, sindrom Reye tidak hanya terjadi pada anak-anak, tetapi juga orang dewasa. Sindrom itu disebabkan oleh aspirin dan berbagai virus, seperti virus influenza, virus cacar air, maupun virus yang menyebabkan diare.

Organ tubuh yang banyak diserang virus adalah liver dan otak dengan gejala demam tinggi, kejang, tidak sadar, dan diare.

Jika ada orang yang demam, kejang, atau diare secara bergantian sehari sampai dua hari, sebaiknya memeriksakan diri ke pusat pelayanan kesehatan untuk memastikan apakah mengidap sindrom Reye atau hanya demam biasa. Itu bisa diketahui melalui pemeriksaan darah dan biopsi liver.

Pemeriksaan darah secara umum dan fungsi hati tidak sulit dilakukan di Indonesia. Tetapi, pemeriksaan kadar amoniak (NH3) sulit dilakukan karena peralatan yang terbatas. Kadar amoniak yang tinggi di dalam darah membuat seseorang kejang. Sedangkan biopsi liver untuk memastikan sindrom Reye dilakukan bekerja sama dengan pihak Singapura.

"Setiap tahun, ada kasus sindrom Reye meskipun kejadiannya tidak tinggi. Sindrom Reye, jika diobati, bisa sembuh total. Tetapi ada yang sembuh, namun karena otak sudah rusak, lalu timbul kecacatan, misalnya sulit bicara. Yang perlu diketahui, tidak setiap cacar atau influenza menimbulkan sindrom Reye," ujarnya.

Parasetamol

Sementara itu, ahli biokimia dari Universitas Nasional, Dr Ernawati Sinaga Apt, menuturkan beberapa obat untuk anak-anak masih mengandung salisilat.

Aspirin bersifat mengencerkan darah sehingga orang yang mengalami masalah pada saluran cerna (maag) tidak dianjurkan meminumnya, kecuali jika dalam bentuk mikrogranulasi. Aspirin dibalut sehingga tidak pecah di lambung dan diserap di usus.

Menurut Sinaga, karena sifatnya mengencerkan darah, aspirin banyak digunakan sebagai obat penyakit jantung koroner dan penyakit rematik.

Demikian juga dengan parasetamol, dipakai untuk terapi rematik. Pemakaian aspirin sebagai obat rematik, ujar Tatang, perlu diawasi. Sedangkan parasetamol tidak dianjurkan bagi orang yang mengalami gangguan fungsi liver.

Selain aspirin dan parasetamol, ibuprofen (obat antiradang bersifat nonsteroid) juga dipakai pada anak-anak untuk menurunkan demam dan pereda nyeri.

Untuk anak-anak, dosis parasetamol berkisar 10-15 miligram/kilogram berat badan. Meminum sekaligus lebih dari sepuluh kali dosis yang dianjurkan bisa meracuni (merusak) hati.

Parasetamol dapat diberikan secara oral, rektal (dubur), dan pre-obat parenteral (melalui pembuluh darah) yang kerap digunakan pascaoperasi.

Jika diberikan secara oral (tablet dan cairan), obat itu diserap cepat di usus halus dengan bioavailabilitas berkisar 85 sampai 98 persen.

Dengan waktu paro tiga sampai empat jam, akumulasi tidak terjadi pada dosis yang dianjurkan.

Oleh karena itu penggunaan aspirin sangat tidak dianjurkan terhadap anak-an

ANTIBIOTIK SEBABKAN KELAHIRAN PREMATUR

Para wanita hamil sebaiknya tidak boleh terlalu sering mengkonsumsi obat-obatan untuk mengobati penyakit atau infeksi yang biasa terjadi di saat kehamilan, karena sebuah penelitian baru menemukan bahwa hal itu bisa menyebabkan peningkatan risiko kelahiran prematur.
Dalam penelitian itu, para wanita hamil yang mengkonsumsi antibiotik metronidazole, untuk mengobati infeksi vagina (asymptomatic vaginal trichomoniasis), ternyata memiliki kemungkinan dua kali lipat untuk melahirkan bayi secara prematur, dibandingkan para wanita yang menerima plasebo.
Para peneliti menemukan bahwa 19% wanita yang menerima obat-obatan itu melahirkan bayi sebelum 37 minggu, sedangkan hanya 11% wanita yang mengkonsumsi plasebo yang melahirkan secara prematur. Sementara kehamilan penuh adalah 40 minggu, namun persalinan mulai dari 38 hingga 42 minggu masih terhitung aman.
"Pengobatan bagi para wanita hamil yang mengidap asymptomatic trichomoniasis meningkatkan risiko kelahiran prematur, ungkap Klebanoff dan rekan-rekan. Oleh karena itu pemeriksaan dan pengobatan atas kondisi ini sebaiknya tidak direkomendasikan bagi para wanita hamil.
Pemeriksaan dan pengobatan infeksi memang dianjurkan selama masa kehamilan. Meski demikian, para peneliti merasa terkejut saat menemukan bahwa meskipun obat-obatan itu bisa menyembuhkan infeksi, namun ternyata masih tetap meningkatkan risiko seorang wanita untuk melahirkan secara prematur. Klebanoff merekomendasikan bahwa para wanita yang didiagnosa mengidap trichomoniasis selama kunjungan pra-persalinan dianjurkan untuk menunda pengobatan hingga saat hampir melahirkan atau seusai persalinan.
Jika gejala-gejalanya semakin bertambah, atau jika wanita merasa tidak nyaman membiarkan penyakitnya begitu saja tanpa diobati, maka pengobatan bisa diberikan asal diawasi secara ketat oleh dokter.
Penelitian ini dipublikasikan di New England Journal of Medicine.

Jumat, 11 Januari 2008

Tanaman Berkhasiat Untuk Kesehatan Gigi

Banyak tanaman yang berkhasiat bagi kesehatan gigi. Rasa yang khas dari dari cengkih misalnya, membuat tanaman ini sering dimanfaatkan. Selain
cengkih, ada sejumlah tanaman lain yang memiliki khasiat serupa.

Cengkih memiliki sifat antiseptica (antikuman), carminativa (peluruh angin), rubefaciencia (memanaskan kulit), antispasmodica (menghilangkan kejang), dan analgesik (pati rasa). Karenanya tanaman ini bisa digunakan
untuk obat sakit gigi. Selain juga bisa untuk nyeri haid, rematik/pegal linu, masuk angin/mual, suara parau (serak), dan selesma.

Demikian pula dengan sirih. Tanaman yang berasal dari India, Sri Lanka, dan Malaysia ini telah dikenal sejak tahun 600 SM. Pada daunnya yang
berbentuk bulat telur melebar, elips melonjong, atau bulat telur melonjong dengan pangkal berbentuk seperti jantung dan ujung meruncing
pendek ini, terkandung minyak atsiri yang dapat menguap. Di antaranya yang terbesar chavicol dan betlephenol. Aroma khas dari daun dan minyak
sirih itu karena kandungan chavicol tadi. Senyawa ini memiliki daya antiseptik yang kuat dan daya bunuh bakterinya bisa sampai lima kali
lipat dari fenol biasa.

Daun berukuran panjang 6-17,5 cm dan lebar 3,5-10 cm ini juga mengandung allylrocatechol, cineole, caryophyllene, menthone, eugenol, dan methyl ether. Bahkan, ia berisikan vitamin C dan alkaloid arakene yang khasiatnya sama dengan kokain.

Beberapa tulisan ilmiah juga menyebutkan, daun sirih mengandung enzim diastase, gula, dan tanin. Namun, daun muda mengandung diastase, gula,
dan minyak atsiri lebih banyak ketimbang yang tua, sedangkan tanin relatif sama.

Senyawa yang membuat daun sirih mampu meredam seriawan memang belum
terlacak. Yang pasti, dalam beberapa buku kuno India dan Yunani, seperti dikutip Darwis S.N., disebutkan daun yang merupakan bahan utama
menginang ini memiliki sifat styptic (menahan perdarahan), vulnerary (menyembuhkan
luka kulit), stomachic (obat saluran pencernaan), menguatkan gigi, dan membersihkan tenggorokan.

Berikut ini beberapa ramuan lain pereda gangguan gigi yang dihimpun dari berbagai sumber:


A. Kunyit

Ramuan 1
Siapkan kunyit satu rimpang dan minyak kayu putih secukupnya. Setelah
kunyit dicuci bersih, lalu kupas. Rendam sebentar dalam minyak kayu
putih, kemudian tempelkan dalam gigi yang berlubang. Lakukan hingga
sakit
mereda.

Ramuan 2
Siapkan kunyit 10 gram, daun dan akar serai masing-masing 50 dan 25 gr,
garam dapur secukupnya. Setelah semua bahan dicuci bersih dan kunyit
dipotong-potong, rebus dengan setengah liter air. Biarkan hingga air
menjadi satu gelas. Minum untuk tiga kali sehari.

Ramuan 3
Siapkan kunyit 10 gram, daun meniran 50 gram, buah pinang setengah biji,
garam dapur secukupnya. Setelah semua bahan kecuali garam dicuci, tumbuk
hingga halus. Jangan lupa garam. Seduh dengan air panas sebanyak satu
gelas, lalu saring. Bila sudah hangat, gunakan untuk kumur. Lakukan tiga
kali sehari.


B. Minyak kelapa

Siapkan minyak kelapa sebanyak satu sendok teh. Rendam sejumput kapas
dalam minyak tersebut, lalu panaskan di atas api selama kurang lebih 2-3
menit. Setelah agak hangat, tempel dengan kapas pada bagian gigi yang
berlubang.


C. Biji Cengkih
Siapkan biji cengkeh sebanyak satu genggam. Setelah disangrai, tumbuk
halus hingga menjadi bubuk. Lalu, taburkan pada gigi yang sakit. Lakukan
hingga sakit mereda.


D. Getah Pohon Kamboja

Siapkan getah pohon kamboja secukupnya, bisa diambil dari tangkai daun.
Teteskan pada gigi yang berlubang atau gusi yang bengkak. Lakukan hati-hati, jangan sampai terkena gigi yang sehat. Harap hati-hati, karena
getah kamboja bisa merusak gigi yang sehat.


E. Biji Asam

Siapkan setengah ons biji asam. Kemudian disangrai (goreng tanpa minyak) sampai hangus. Setelah hangus, tumbuk halus menjadi bubuk. Gosokkan bubuk tersebut pada bagian gigi yang hitam atau kuning. Lakukan hingga terjadi perubahan sesuai keinginan Anda. ***(10/03/'03/ut3)

*S Rahman