Tampilkan postingan dengan label Kehamilan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kehamilan. Tampilkan semua postingan

Rabu, 15 September 2010

10 Cara Meningkatkan Kesempatan Hamil

Foto: Corbis
Merencanakan kehamilan di masa kini jauh lebih sulit dibanding zaman dulu. Faktor gaya hidup yang penuh tekanan membuat fertilisasi menjadi lebih sulit dibanding titik mana pun dalam sejarah.

Artikel Newsweek 2007 menyebut kemandulan sebagai“masalah umum yang diperkirakan menimpa enam juta pasangan Amerika.” Satu studi atas 18.000 perempuan menemukan “satu dari enam perempuan memiliki kesulitan dalam merencanakan kehamilan.”

Beberapa kebiasaan umum kita mungkin bertentangan dengan proses fertilisasi yang cepat dan sehat. Untuk mempercepat terjadinya konsepsi dan me-ningkatkan kesempatan memiliki bayi yang sehat, ada beberapa faktor gaya hidup yang perlu dipertimbangkan sebelum dibawa ke dokter ahli hormon.
Berikut adalah daftar sepuluh fakta yang dapat digunakan untuk mengurangi efek stres, membangun tubuh yang lebih sehat, dan menyusun kehamilan yang cepat dan alami.

Fakta 1: Stop merasa cemas
Relaks dan menjaga agar tidak stres merupakan dukungan yang paling kuat terhadap kesuksesan proses konsepsi. Memiliki pandangan jiwa yang positif.
Perempuan yang mencemaskan proses fertilisasi akan memiliki kemungkinan mengalami fertilisasi lebih kecil, kata studi yang diterbitkan oleh American Society for Reproductive Medicine.

Fakta 2: Hindari pemanis buatan
Dr. Louis Elsas, direktur genetika pada Emory University School of Medicine, merekomendasikan bahwa “ibu hamil sebaiknya menghindari bahan pemanis aspartam (pemanis sintetis non-karbohidrat),” seperti Equal dan NutraSweet. Bahan pemanis ini dapat “mengganggu pertumbuhan otak janin” dan menyebabkan “penurunan laju pertumbuhan bayi baru lahir” menurut Mercola.com. Situs kesehatan holistik ini menuliskan salah satu efek samping Splenda yang beracun dapat menyebabkan keguguran.
Untuk pilihan pemanis tanpa kalori, stevia (sejenis pemanis dari herbal) murni, tanpa bahan kimia aditif merupakan pilihan yang terbaik.

Fakta 3: Hindari kafein
Minum lebih dari 300 miligram kafein dapat mengurangi kesuburan 27 persen, menurut American Pregnancy Association. 16 ons (grande) gelas kopi Starbucks mengandung 259 miligram sampai 400 miligram kafein.
Terlalu banyak kafein dikaitkan sebagai penyebab keguguran spontan, lapor New England Journal of Medicine November 1999. Mempertimbangkan efek samping kafein yang ekstrem kuat, mungkin merupakan gagasan yang baik untuk menghindari semua bentuk kafein.

Fakta 4: Hindari pestisida
Sulit untuk meneliti efek pestisida pada alat reproduksi manusia, tetapi banyak ahli, seperti Carol Simontacchi menduga, pestisida dapat mengganggu sistem hormonal dan sistem jaringan dalam perkembangan bayi. Dia juga menunjukkan di dalam bukunya, “The Crazy Makers,” bahwa tujuan pestisida adalah membunuh hama dan serangga atau membuat mereka steril, yang, tentu saja, menjadi kontra produktif.

Fakta 5: Hindari kedelai
Menghindari makanan berbahan kedelai mungkin membantu kesempatan Anda mendapatkan reproduksi yang sehat dan cepat. Kedelai fitoestrogen adalah hormon pengganggu yang kuat, kata Sally Fallon dalam bukunya “Nourishing Traditions.”
Pada 2006, Medical News Today melaporkan, “Ada literatur mengenai pertumbuhan tubuh yang menunjukkan kemungkinan besar konsekuensi merugikan (mengenai kedelai) pada sistem reproduktif.”

Fakta 6: Singkirkan racun rumah tangga
Banyak produk rumah tangga mengandung senyawa endokrin pengganggu, yang menempatkan organ reproduktif manusia dalam risiko, menurut Environmental Protection Agency (EPA) Amerika Serikat dan Environmental Working Group pada 2003. Penilaian EPA terhadap PFOA, bahan kimia yang ditemukan pada alat masak berlapis Teflon, penghilang noda, produk makanan kemasan, dan kosmetik. Bisphenol A, bahan pengganggu endokrin terdapat di dalam wadah berbahan plastik, botol plastik, dan kemasan plastik. Phthalates, jenis endokrin lain ditemukan di shampo, deodoran, minyak wangi, hair spray, dan pemulas kuku.
Jika Anda menyentuh produk ini, mengonsumsi makanan dari wadah produk ini, atau hanya menghirup produk ini, mereka akan langsung memasuki tubuh Anda. Sebagai alternatif, Anda dapat membeli bahan pembersih rumah tangga dan bahan perawatan mandi di toko makanan kesehatan, menggunakan wadah berbahan kaca, dan memasak dengan alat masak tanpa Teflon.

Fakta 7: Makanan bukan olahan bagi Ibu
Di The Fertility Diet, para peneliti Harvard menyarankan konsumsi makanan yang tidak diolah seperti sayur-mayur, polong-polongan, kacang-kacangan, dan biji-bijian, dan menghindarkan lemak trans (lemak trans merupakan lemak tak jenuh yang terbentuk akibat proses hidrogenasi yakni pencampuran hidrogen dalam minyak sayur) dan susu skim untuk meningkatkan kesempatan terjadinya pembuahan.
Tampaknya makanan olahan seperti tepung dan gula dapat mengurangi kesempatan Anda menjadi hamil. Kita mengetahui bahwa memilih makanan yang tidak diolah menyediakan sel pembangun tubuh yang berkualitas bagi apapun yang diproduksi tubuh Anda termasuk hormon reproduktif.

Makanan yang tidak diolah meliputi sayur-sayuran segar, buah-buahan, daging bebas hormon, ikan segar, telur, butir gandum, susu yang tidak disterilkan, minyak zaitun, dan minyak kelapa.

Fakta 8: Makanan tidak diolah bagi suami
Di artikelnya, “Eat to Get Pregnant,” ahli gizi Victoria Greaves mengatakan fertilisasi mungkin juga tergantung dari apa yang dikonsumsi pasangan Anda. Dia menyebutkan beberapa bahan nutrisi yang dapat meningkatkan jumlah, mobilitas, dan kemampuan sperma untuk menembus sel telur.
Nutrisi itu meliputi seng, B12, selenium, vitamin E, dan beberapa asam lemak penting. Hampir sama dengan The Fertility Diet, makanan yang dia sarankan untuk para suami adalah makanan organik dan bukan olahan, termasuk kerang-kerangan, kuning telur, kacang-kacangan, biji-bijian, butir-butir gandum, keju, buah-buahan, sayur-mayur, dan daging.

Dia juga menyarankan untuk minum banyak air putih dan mengonsumsi lemak yang sehat.

Fakta 9: Pastikan tidur dan berjemur pagi secara rutin
Irama circadian yang baik dapat membantu konsepsi Anda. Mary Kittel dan Dr. Deborah Metzger, pengarang Stay Fertile Longer, menuliskan bahwa kurang tidur dapat mendorong ketidakseimbangan hormon dan ke-tidakteraturan haid, yakni faktor-faktor yang dapat “menunda waktu yang dibutuhkan untuk hamil.”
Mereka merekomendasikan agar menjaga waktu tidur dan bangun secara konsisten selama tujuh hari dalam satu minggu, berjemur pagi selama satu jam setiap hari, dan gunakan cahaya yang tidak terlalu terang ketika sore tiba.

Fakta 10: Bergerak sehari-hari
Melakukan latihan dalam sehari-hari dapat membantu proses fertilisasi. Latihan yang cukup menunjukkan peningkatkan fungsi tubuh, termasuk reproduksi, menurut Dr. Jeffrey Keenan Southeastern Center for Fertility and Reproductive Surgery. Perempuan yang menderita obesitas memiliki sedikit kesempatan mendapatkan kehamilan secara alami, menurut Academic Medical Center di Amsterdam. Salah satu cara untuk menghindari kegendutan adalah dengan berlatih.

Sumber : Epochtimes.co.id

Rabu, 07 Juli 2010

Narkotika & Kehamilan

Narkotika
Narkotika, menurut undang-undang no. 22 tahun 1997 adalah zat atau obat yang berasal dari tanaman atau bukan tanaman baik sintetis maupun semi sintetis yang dapat menyebabkan penurunan atau perubahan kesadaran, hilangnya rasa, mengurangi sampai menghilangkan rasa nyeri, dan dapat menimbulkan ketergantungan, yang dibedakan ke dalam golongan-golongan tertentu.

Jenis-jenis narkotika yang dapat disalah gunakan adalah :
  1. Opium
    Opiat atau opium adalah bubuk yang dihasilkan kangsung oleh tanaman yang bernama poppy / papaver somniferum. Dimana dari opium dapat dibuat berbagai jenis narkoba lainnya.

  2. Morfin
    Mofrin adalah alkoloida yang merupakan hasil ekstraksi serta isolasi opium dengan zat kimia tertentu. Morfin biasanya digunakan untuk penghilang rasa sakit bagi pasien penyakit tertentu. Dampak atau efek dari penggunaan morfin yang sifatnya negatif membuat penggunaan morfin diganti dengan obat-obatan lain yang memiliki kegunaan yang sama namun tidak menimbulkan efek samping adiksi bagi pemakainya.

  3. Heroin
    Heroin adalah keturunan dari morfin atau opioda semi sintetik dengan proses kimiawi yang dapat menimbulkan ketergantungan. Heroin biasanya digunakan dengan cara disuntik ke otot, dibawah kulit ataupun pembuluh vena.

  4. Kodein
    Kodein adalah obat yang dihasilkan dari tanaman opium yang berfungsi sebagai obat batuk. Karena sifatnya tersebut maka penggunaan kodein sebagai obat diawasi dengan ketat.

  5. Opiat Sintetis
    Jenis obat yang berasal dari opiat buatan tersebut seperti metadon, petidin dan dektropropoksiven yang berfungsi sebagai obat penghilang rasa sakit. Opiat sintetis ini sering digunakan untuk pengobatan bagi para pecandu narkoba, karena dapat memberi efek seperti heroin, namun kurang menimbulkan efek adiksi (ketagihan / kecanduan).

  6. Kokain
    Kokain adalah bubuk kristal putih yang didapat dari ekstraksi serta isolasi daun coca (erythroxylon coca) serta menimbulkan efek euphoria (kegembiraan) yang besar.

  7. Ganja
    Tanaman ganja adalah tanaman semak/perdu. Namun yang lebih dikenal dari tanaman ganja adalah kandungan zat pada bijinya yaitu tetrahidrokanabinol (THC, tetra-hydro-cannabinol). THC ini dapat membuat pemakainya mengalami euforia (rasa senang yang berkepanjangan tanpa sebab).

Narktika & Kehamilan
Sebenarnya untuk wanita hamil zat-zat tertentu, baik berupa alkohol, nikotin, obat yang terlarang maupun yang biasa digunakan dapat menimbulkan efek yang membahayakan baik bagi dirinya sendiri ataupun bagi janin yang dikandungnya. Oleh karena itu setiap wanita hamil harus hati-hati terhadap apa yang dikonsumsinya.

Beberapa zat dapat berbahaya apabila dikonsumsi kapanpun saat hamil, tetapi ada juga beberapa zat yang sangat berbahaya apabila digunakan pada tahap kehamilan tertentu, seperti:
  • Tahap pembentukan organ tubuh
    Pada tahap ini, beberapa jenis obat & alkohol, dapat menyebabkan kegagalan pembentukan organ tertentu seperti jantung, lengan & fungsi wajah.

  • Tahap pertumbuhan janin
    Pada usia kehamilan sekitar 10 minggu, janin akan mengalami pertumbuhan berat & ukuran yang pesat. Pada tahap ini, beberapa jenis obat dapat menghambat pertumbuhan organ yang masih berkembang, seperti misalnya mata ataupun sistem syaraf. Penggunaan narkoba secara terus-menerus juga dapat meningkatkan resiko terjadinya keguguran & kelahiran premature, termasuk juga kemungkinan bayi lahir dengan ukuran & berat badan yang kurang dari semestinya.

  • Tahap kelahiran
    Selain itu ada juga beberapa jenis narkoba yang berbahaya apabila dikonsumsi oleh ibu hamil saat mendekati waktu kelahiran, karena dapat menyebabkan proses kelahiran menjadi sulit & berbahaya, atau juga menyebabkan adanya gangguan kesehatan pada bayi yang baru dilahirkan.

Efek Bahaya Narkotika Saat Hamil
Seperti telah disebutkan sebelumnya, narkoba dapat berbahaya baik pada tahap tertentu kehamilan ataupun pada setiap tahap kehamilan. Berikut adalah contoh efek berbahaya dari beberapa jenis narkotika apabila digunakan oleh wanita hamil.
  1. Kokain & Methamphetamine
    Kokain & Methamphetamine merupakan stimulant yang kuat terhadap sistem syaraf pusat. Kedua jenis zat tersebut dapat menekan nafsu makan, mempersempit pembuluh darah sehingga jantung berdetak lebih kencang & tekanan darah menjadi lebih tinggi. Akibatnya pertumbuhan janin menjadi terganggu & meningkatnya resiko untuk terjadi keguguran, kelahiran premature & abruptio placentae (terlepasnya sebagian plasenta dari dinding rahim, yang dapat menyebabkan terjadinya pendarahan).

    Apabila kedua jenis zat berbahaya tersebut dikonsumsi pada kahir kehamilan, maka dapat menyebabkan bayi yang terlahir mengalami ketergantungan zat berbahaya juga & menderita gejala putus obat (sakaw) seperti kejang, tidak bisa tidur & kram otot. Para ahli juga percaya bahwa di kemudian hari, mereka juga akan mengalami kesulitan belajar.

  2. Heroin & Narkotika lain
    Penggunaan narkotika dalam jumlah yang besar meningkatkan resiko kelahiran bayi secara premature yang juga disertai dengan masalah kesehatan lainnya seperti lahir dengan berat badan rendah, mengalami kesulitan bernafas, kadar gula darah yang rendah & perdarahan di kepala (intracranial hemorrhage).

    Bayi yang dilahirkan oleh ibu yang mengalami ketergantungan narkotika, sering juga dilahirkan dalam kondisi ketergantungan juga & menderita gejala putus obat seperti muntah, diare & kaku pada persendian.

    Wanita yang menggunakan narkotika dengan cara di suntik, juga beresiko besar untuk tertular penyakit menular seperti HIV yang dapat berkembang menjadi AIDS. Wanita hamil yang mengidap virus HIV beresiko besar untuk menularkan infeksi tersebut kepada bayi yang dikandungnya.

  3. Kokain
    Penggunaan kokain selama kehamilan dapat mempengaruhi wanita hamil & janin yang dikandungnya dalam berbagai cara. Pada masa awal kehamilan, kokain dapat meningkatkan resiko terjadinya keguguran. Kemudian pada tahap berikutnya, dapat memicu terjadinya kelahiran premature, lahir dengan berat badan rendah atau terganggunya pertumbuhan janin. Bayi yang lahir secara prematur dengan berat badan lahir rendah akan meningkatkan resiko untuk mengalami gangguan mental, cerebral palsy bahkan kematian. Bayi yang terkena pengaruh dari kokain juga cenderung memiliki ukuran kepala yang kecil, yang secara umum menunjukkan ukuran otak yang lebih kecil juga & meningkatkan resiko untuk mengalami kesulitan belajar.

  4. Ganja
    Penelitian mengenai efek penggunaan ganja oleh wanita hamil sebenarnya tidak terlalu spesifik. Hal ini karena biasanya ganja digunakan berbarengan dengan obat lain, rokok & alcohol. Seperti bahan berbahaya lainnya, maka penggunaan ganja saat kehamilan beresiko menyebabkan kelahiran bayi premature & bayi lahir dengan berat badan rendah.

Mencegah Efek Buruk Narkotika pada Saat Hamil
baby feetDi Amerika Serikat, hampir 4% dari wanita hamil menggunakan narkotika & bahan berbahaya lainnya seperti ganja, kokain, ecstasy & heroin. Pada akhirnya wanita hamil yang menggunakan narkotika & bahan berbahaya biasanya juga terlibat dalam perilaku tak sehat lainnya yang dapat beresiko terhadap janin yang dikandungnya seperti minum alkohol, merokok, malnutrisi atau menderita penyakit infeksi seksual.

Cacat pada janin & masalah kesehatan lain yang dapat timbul akibat penggunaan narkotika & bahan berbahaya sebenarnya dapat dicegah seluruhnya. Caranya adalah dengan menghentikan penggunaan narkotika & bahan berbahaya lainnya sebelum hamil atau mencegah terjadinya kehamilan sebelum merasa yakin dapat menghindari narkotika saat hamil. Apabila ternyata baru mengetahui hamil saat masih mengkonsumsi narkotika & bahan berbahaya lainnya (kecuali heroin), maka sebaiknya hentikan penggunaan bahan-bahan tersebut segera setelah mengetahui dirinya hamil. Hal ini karena bahaya akan terus meningkat apabila terus digunakan. Bagi yang menggunakan heroin, sebaiknya konsultasi dengan tenaga kesehatan mengenai terapi untuk menanggulangi gejala putus obat.

Rabu, 20 Januari 2010

Masalah Kesehatan Wanita

  1. Alat Kelamin Luar
  2. Amenore (tidak menstruasi)
  3. Cedera Lahir
  4. Depresi Setelah Melahirkan
  5. Dismenore
  6. Dispareunia (Dyspareunia)
  7. Efek Penuaan pada Wanita
  8. Endometriosis
  9. Faktor Resiko yang Ada Sebelum Kehamilan
  10. Faktor Resiko Yang Berkembang Selama Kehamilan
  11. Fibroadenoma
  12. Fibroid
  13. Gangguan Orgasme
  14. Gangguan Tiroid
  15. Gumpalan Darah
  16. Hormon & Reproduksi
  17. Ibu Melahirkan Menginap di Rumah Sakit
  18. Infeksi & Abses Payudara
  19. Infeksi Pada Melahirkan
  20. Kanker Leher Rahim (serviks)
  21. Kanker Payudara
  22. Kanker Rahim
  23. Kanker Saluran Telur
  24. Kanker Vagina
  25. Kanker Vulva
  26. Keengganan Untuk Melakukan Hubungan Seks
  27. Keguguran
  28. Kehamilan
  29. Kehamilan Resiko Tinggi
  30. Kelainan Gairah Seksual pada Wanita
  31. Kemandulan
  32. Kista Indung Telur
  33. Kista Payudara
  34. Komplikasi Kehamilan
  35. Komplikasi Persalinan
  36. Kontraksi & Persalinan
  37. Masalah dengan Lendir Pada Servik
  38. Masalah Ovulasi
  39. Masalah Tuba Falopi
  40. Masalah Waktu Persalinan
  41. Masalah Yang Mempengaruhi Wanita
  42. Mastalgia (Nyeri Payudara)
  43. Melahirkan
  44. Menentukan Kehamilan dan Waktu Melahirkan
  45. Mengurus Diri Sendiri Sewaktu Hamil
  46. Menopause
  47. Menopause Dini
  48. Mola Hidatidosa (Hamil Anggur)
  49. Nipple Discharge
  50. Nyeri Panggul
  51. Orgasme Yang Terhambat
  52. Pasca Persalinan
  53. Penurunan Libido pada Wanita
  54. Penyakit Kelamin Pada Wanita
  55. Perawatan di Rumah Setelah Melahirkan
  56. Perdarahan Rahim Akibat Kelainan Fisik
  57. Perdarahan Rahim Disfungsional
  58. Persalinan
  59. Perubahan Fisik Wanita Hamil
  60. Penyakit Paget Pada Puting Susu
  61. Penyakit Payudara Fibrokista
  62. Penyakit Radang Panggul
  63. Penyakit-Penyakit yang Bisa Mempersulit Kehamilan
  64. Prosedur Persalinan dan Melahirkan
  65. Pubertas
  66. Sindroma Ovarium Polikista (Sindroma Stein-Leventhal)
  67. Sindroma Premenstruasi (PMS)
  68. Sistem Reproduksi Wanita
  69. Sistosarkoma Filodes
  70. Tahap Perkembangan Bayi
  71. Tips Atasi Nyeri Saat Persalinan
  72. Vagina Kering
  73. Vaginismus
  74. Vaginitis & Vulvitis

Rabu, 17 Juni 2009

Hipertensi (Tekanan Darah Tinggi) Pada Kehamilan

Hipertensi Pada Kehamilan
Hipertensi (Tekanan Darah Tinggi) adalah tekanan yang diakibatkan dari aliran darah yang dipompa oleh jantung, mengalir cepat sehingga menekan dan merusak dinding arteri pada pembuluh darah. Seseorang dikatakan memiliki hipertensi jika pada pemeriksaan, tekanan darah diatas 140 mmHg sistolik atau 90 mmHg diastolik yang biasa ditulis 140/90 mmHg. Kelebihan berat badan, sensitifitas garam, konsumsi alkohol, kebiasaan hidup tidak sehat dan faktor keturunan adalah beberapa faktor penyebab munculnya masalah hipertensi.

Ada banyak kasus dimana wanita hamil dengan hipertensi mampu menjaga kehamilan sampai dengan kelahiran dengan selamat. Dengan bantuan medis selama kehamilan, komplikasi selama kehamilan dapat dicegah. Bagaimanapun juga, hipertensi selama kehamilan selalu dibutuhkan perhatian khusus. Wanita hamil yang menderita hipertensi dimulai sebelum hamil, memiliki kemungkinan komplikasi pada kehamilannya lebih besar dibandingkan dengan wanita hamil yang menderita hipertensi ketika sudah hamil. Karena beberapa wanita hamil memiliki kemungkinan menderita hipertensi selama kehamilan karena beberapa faktor.

Banyak akibat yang bisa ditimbulkan oleh hipertensi. Resiko terbesar hipertensi pada wanita hamil adalah kerusakan pada ginjal. Pada kasus yang lebih serius, ibu bisa menderita preeclampsia atau keracunan pada kehamilan, yang akan sangat membahayakan baik baik ibu maupun bagi janin. Selain itu hipertensi bisa menyebabkan kerusakan pembuluh darah, stroke, dan gagal jantung di kemudian hari.

Preeclampsia dimulai pada kehamilan minggu ke-20, sebagai akibat dari hipertensi. Berpengaruh pada ginjal dan pengeluaran protein melalui urin, juga mempengaruhi otak, placenta dan hati (liver). Pada janin, preeclampsia bisa menyebabkan berat badan lahir rendah, keguguran, dan lahir prematur. Berdasarkan penelitian, preeclampsia menjadi penyebab terbesar nomer 2 pada kasus keguguran atau kematian janin. Gejala-gejala yang ditimbulkan berupa sering pusing, penglihatan yang kabur dan sensitif terhadap sinar, juga proteinuria (protein pada urin) pada pemeriksaan laboratorium.

Sejauh ini tidak ada penanganan khusus untuk preeclampsia, satu-satunya jalan adalah menjaga kehamilan tetap sehat sehingga janin bisa lahir dengan selamat. Maka itu, dianjurkan untuk calon ibu merencanakan kehamilannya. Selalu periksa tekanan darah, sehingga selalu tetap normal dan tetap terkontrol, jauhi narkoba, alkohol, dan rokok. Jika terpaksa harus mengkonsumsi obat, selalu konsultasikan dengan dokter kandungan anda.