Tampilkan postingan dengan label Ciri Mata. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Ciri Mata. Tampilkan semua postingan

Minggu, 28 September 2008

Mata : Beralih Pandang

Mata Beralih Pandang
Sekali, bila sedang melakukan inspeksi agrikultur terhadap barang bawaan saya di bandara Maui, aku bertanya pada inspekturnya, “Bagaimana anda bisa tahu bilamana seseorang berbohong ?”

“Mereka mengalihkan pandangan”, jawabnya.

Bila pandangan seseorang tidak bertemu dengan pandangan mata anda, tidak selalu berarti bahwa ia berbohong. Melainkan hanya berarti bahwa mereka merasa tidak nyaman memandang anda, tidak setuju dengan anda, atau belum bisa memastikan langkah apa yang akan mereka ambil. Apapun alasannya, ini bukan tanda yang menyenangkan – anda tahu bahwa mereka menyembunyikan sesuatu. Jangan harap mereka akan melaksanakan apa yang tampaknya mereka setujui saat itu. Mereka sebenarnya tidak sependapat.

Mata adalah bagian yang terbuka dari sistem saraf yang berkaitan erat. Agar mata bisa rileks, dibutuhkan ketenangan dalam diri orang tersebut. Dr. William Howard Hay melalui retinascope menemukan bahwa mata seseorang untuk sementara waktu akan tidak terfokus bila ia berbohong. Sebagai contoh, seseorang yang berusia 24 tahun, mengaku bahwa mereka berusia 25 tahun.

Yang perlu dilakukan bila menghadapi orang yang mempunyai mata demikian :
  • Waspadalah. Hati-hati dalam mempercayai orang ini.
  • Jauhkan diri dari bahaya.
  • Jangan harap ada kelanjutan pada pihaknya.

Yang dapat dilakukan di sekitar orang dengan pandangan yang jernih, terbuka dan memandang langsung; sadari bahwa ini adalah pertanda baik dan anda dapat melanjutkan bisnis sebagaimana biasa, setidaknya sejauh berkaitan dengan ciri ini.

Catatan khusus : sudah lama terbukti bahwa orang akan merasa tidak nyaman berbicara dengan anda bila anda tidak memandang langsung ke arah mereka. Orang yang berjiwa keras, akan menatap anda dengan pandangan mata yang dingin sewaktu mereka membual. Tetapi anda akan bisa melihat bahwa pandangan mereka tidak alami karena tidak terfokus pada mata anda, tetapi seolah melihat dibalik anda. Contoh yang baik adalah remaja yang mengatakan bahwa ia menghadapi ujian matematika yang sulit padahal dalam kenyataannya, ia tidak sekolah karena seharian membolos bersama teman-temannya.

Mata : Ramah Tamah

Sebagian orang udah berkenalan dan bersahabat dengan orang lain. Lainnya, tampak lebih angkuh dan menutup diri.

Bila anda perhatikan, anda akan melihat bahwa orang yang lebih formil dan menjaga jarak, memiliki alis yang cukup tinggi letaknya. Prototipnya adalah Tom Selleck, si pemeran Magnum dalam “Magnum P.I.” serta John Hillerman, pemeran Higgins yang lebih formal dan terheran-heran atas sikap Magnum yang tidak mau bergerak melalui saluran resmi.

Tom Selleck
Tom Selleck
John Hillerman
John Hillerman
Bagi individu yang bersikap ramah, tak ada orang yang asing baginya. Ia bisa berperilaku seolah-olah sudah kenal lama dengan orang yang baru dikenalnya. Mereka berbakat menjadi penjual dari rumah ke rumah. Dan bila bertamu, mereka bisa bersikap seperti rumah sendiri (seringkali bahkan tidak mengetuk pintu).

Individu yang diskriminatif sangat selektif dalam memilih barang ataupun teman. Mereka lebih lama menerima seseorang tetapi sekali mereka menerima orang tersebut, mereka akan menerimanya dengan sepenuh hati. Ciri mereka adalah mereka menerima sepenuhnya atau tidak sama sekali. Tidak ada istilah setengah-setengah.

Cara menghadapi orang yang ramah :
  • Siap menerima dan menikmati sikap mereka yang informal.
  • Ajarkan bersikap sopan santun.
  • Tempatkan mereka dalam posisi penyambut, sebagai tuan atau nyonya rumah.
Cara menghadapi orang yang diskriminatif:
  • Perhatikan sopan santun. Berperilakulah yang baik. Gunakan sopan santun. Mintalah izin sebelum menyentuh barang-barang pribadinya.
  • Panggil nama sevara resmi. Jangan memanggil mereka dengan nama kecilnya kecuali jika mereka memanggil anda dengan nama kecil pula.
  • Ingatlah bahwa sekali anda diterima oleh mereka, tembok pemisah itu akan runtuh. Ingatlah juga bahwa mereka tidak sombong atau merasa lebih hebat dari anda, bahkan mungkin merasa kesepian.

Sabtu, 27 September 2008

Mata : Kecenderungan Korban

Kecenderungan Korban
Mereka dengan satu mata yang lebih tinggi daripada yang lain cenderung mudah mengalami kecelakaan.

Sampai usia 80 tahun ini, aku masih hidup di bumi karena aku menyadari bahwa aku mudah mengalami kecelakaan, ketika aku melakukan analisa kepribadian (struktur/fungsi) pada usia 33 tahun. Ketika hal itu diberitahukan, aku ingat kembali kecelakaan-kecelakaan mobil yang pernah kualami. Sejak itu aku memutuskan untuk sangat berhati-hati bila mengemudi. Aku juga berhenti terbang (aku baru saja bisa terbang solo). Sayangnya, aku tak pernah memberitahu instrukturku agar menjalani analisa kepribadian – ia meninggal 90 hari yang lalu, karena pesawatnya jatuh di tepi bukit.

Ingatlah bahwa indikasi fisik untuk ciri-ciri ini bukanlah pada letak mata yang lebih tinggi dari yang lain, tetapi adalah apakah salah satu mengarah lebih tinggi dari yang satu lagi (vertikal strabismus). Pada mata yang lebih tinggi akan terlihat putih mata lebih banyak di bawah bola mata.

Satu hal yang perlu diingat adalah bahwa keadaan ini tidak terlihat jelas sepanjang waktu, tetapi akan lebih nyata bila orang itu sedang stress.

Lalu apa yang anda lakukan bila anda menemukan kecenderungan ini pada seseorang :
  • Menawarkan untuk mengemudikan mobil.
  • Mendorong mereka agar santai atau beristirahat, dan mendorong agar mereka lebih berhati-hati bila berhubungan dengan benda-benda tajam dan cairan panas.
  • Siap menerima bila piring pecah dan sebagainya.
Ketiga hal itu tidak berlaku bila ciri itu tidak ada.

(bedakan dengan Penilaian dan Melancoli)

Mata : Melancoli

Mata Melancoli
Pandangan mata yang sedih itu terlihat bila putih mata di bawah iris menunjukkan adanya kesedihan dalam diri individu tersebut. Mungkin masalahnya sama sekali tidak berbahaya, seperti letih karena melakukan dua shift pekerjaan agar dapat mengumpulkan uang guna menyekolahkan anak di fakultas kedokteran. Ia begitu letih sampai-sampai ia tak tahu apakah kini selasa atau rabu. Atau bisa jadi orang tersebut melakukan sesuatu yang tidak ingin diketahui orang lain (terutama pasangannya).

Apapun penyebabnya, memang merupakan kabar buruk bilamana putih mata terlihat di bawah bola mata. Bila orang yang melankolis ini sedang mengalami sesuatu yang membuatnya santai, seperti tertawa atau mempunyai pengalaman seksual yang menyenangkan, indikasi kemurungan ini akan hilang untuk sementara waktu, tetapi akan kembali lagi karena ada masalah yang belum terpecahkan yang membebaninya. Wajah murung ini akan memudar bila masalah itu sudah dapat diselesaikan.

Yang bisa dilakukan bila anda berada disekitar seseorang yang melankolis :
  • Memberi mereka kesempatan untuk menceritakan masalahnya – hal ini akan lebih mudah jika tak ada orang lain. Beritahu kemana mereka bisa mendapat bantuan.
  • Jangan harap mereka benar-benar gembira.
  • Jangan mempekerjakan mereka atau terlalu terlibat dengan mereka sampai masalah mereka terpecahkan. Bila tidak, masalah mereka akan menjadi masalah anda juga.
Apa yang dapat dilakukan bila anda berada disekitar orang dengan mata normal, bebas dari indikasi melankolis. Ketiga hal ini tak dapat diterapkan, lakukan bisnis sebagaimana biasa. Tetapi banyak ciri-ciri lain yang perlu diperhatikan.

(lihat juga Magnetisme, Fugacity dan Kecenderungan Korban)

Mata : Fugacity

Fugacity
Bila anda melihat orang dengan mata berkaca-kaca, biasanya menunjukkan bahwa orang tersebut berada di bawah tekanan dan ketegangan. Matanya juga kemungkinan memerah. Kulit serta matanya kering dan mengkilat.

Istilah dari perasaan tertekan ini adalah “fugacity”, yang berasal dari kata fugitive, artinya orang tersebut merasa dikejar-kejar.

Sebaliknya, kedamaian dan ketenangan, adalah ibarat mata bayi yang jernih dan sejuk sesaat setelah ia bangun dari tidur siang. Putih mata tampak putih sekali, dan ada titik-titik kelembaban pada kelopak matanya.

Mata seseorang berkaitan erat dengan otak sehingga fugacity bisa segera tampak, seperti ketika anda menyadari bahwa anda kehilangan dompet. Tetapi kesan ini juga bisa hilang seketika, seperti ketika anda meraba kantong dan menemukan dompet anda masih ada.

Bila anda ingin melihat contoh-contoh fugacity yang nyata, beradalah di sekitar kecelakaan mobil, ruang sidang, bursa saham atau bandar udara di mana pelancong antri karcis mendengar bahwa pesawat segera tinggal landas padahal mereka belum memperoleh karcis. Contoh lain yang dapat ditemukan di bandar udara adalah penumpang yang tidak tidur dan datang dengan mata merah.

Apa pun penyebabnya, bila anda melihat mata yang berkaca-kaca, anda akan tahu bahwa dia merasa tidak tenteram.

Yang dapat dilakukan bila sedang bersama seseorang yang memiliki “fugacity” atau mata berkaca-kaca :
  • Santailah. Ingat bahwa mereka sedang merasa tertekan dan keputusan serta tindakan mereka bukan merupakan yang terbaik.
  • Tunggulah beberapa waktu untuk mengemukakan sesuatu kecuali jika sesuatu itu dapat mengatasi masalah dan meringankan mereka.
  • Lakukan apa yang dapat anda lakukan untuk membuat mereka rileks. Tawarkan air putih. Bersikaplah baik, cerah dan tidak terlalu ingin tahu.
Bila anda tidak sedang bersama orang seperti ini, anda dapat melakukan bisnis sebagaimana biasanya.

(lihat juga Magnetisme, dan Melancoli)

Kamis, 25 September 2008

Mata : Berpikir Serius

Mata Berpikir Serius
Ada hukum ritme dalam hidup, tetapi orang yang berpandangan serius, yaitu yang jarak matanya dekat, tampaknya serius senantiasa. Mereka memandang diri sendiri dengan tegas. Mereka juga selalu serius dalam memikul tanggung jawab. Orang lain merasakan ini dan cenderung memberi tanggung jawab diluar kemampuan usia mereka. Mereka menghadapi hidup ini dengan serius. Mereka lebih bisa menikmati humor daripada melontarkannya.

Orang yang matanya tidak terlalu dekat, akan lebih bebas dan hidup, serta memiliki sikap mental yang lebih tenang. Secara keseluruhan, mereka lebih riang dan lebih mudah santai.

Bila anda menghadapi seseorang yang berpikiran serius :
  • Jangan harapkan ia melontarkan humor tetapi ketahuilah bahwa ia dapat menikmati humor namun tak terlalu memperlihatkannya.
  • Beri mereka tugas yang serius.
  • Mintalah rasa tanggung jawabnya.
Jika anda menghadapi orang yang tidak terlalu berpikiran serius :
  • Lelucon anda akan mendapat respon yang lebih terbuka.
  • Anda bisa berbicara tentang hal-hal yang sifatnya ringan.
  • Anda lebih mempunyai kebebasan dalam bertingkah laku, melakukan hal-hal yang tidak dianggap serius.
(lihat juga Toleransi)

Mata : Magnetisme

Mata Magnetisme
Ingat-ingatlah orang yang anda kenal. Mereka yang memiliki mata yang cerah berbinar sangat menarik perhatian. Mereka lincah dan penuh semangat. (Penunggang kuda memilih kuda sebagian atas ciri ini). Orang dengan mata yang lesu cenderung menjalani hidup yang menjemukan dan kurang menyenangkan.

Untunglah ini merupakan ciri yang dapat dikembangkan. Pandanglah cermin dan pikirkan apa yang paling anda sukai – mata anda akan berbinar. Lewat cara ini, magnetisme atau daya tarik memancar keluar. Mata merupakan “jendela jiwa”.

Sayangnya, anda yang memiliki daya tarik atau magnetisme harus mempertahankan ciri lain dan menjaga diri. Bila anda kurang tidur atau kurang makan dan letih, karisma ini memudar. Demikian pula jika sedang menghadapi masalah yang membebani pikiran sehingga tampak dari sorot mata.

Yang perlu dilakukan bila berada disekitar orang yang memiliki magnetisme dan daya tarik :
  • Undanglah mereka ke pesta anda, pasti akan memeriahkan suasana.
  • Tugaskan atau tunjuk mereka dalam perencanaan anda. Mereka punya cara untuk membujuk orang.
  • Bersiaplah melihat orang lain tertarik pada mereka.
Yang perlu dilakukan di sekitar orang yang kurang daya tarik dan magnetismenya :
  • Bersyukurlah bahwa mereka yang mengalaminya, bukan anda.
  • Bawalah buku bacaan yang menarik.
  • Ingatlah bahwa anda bisa mnyenangkan hati mereka bila anda membuat mereka bercerita tentang hobi atau hal-hal yang mereka sukai.
(lihat juga Fugacity, dan Melancoli)

Minggu, 21 September 2008

Mata : Kemampuan Menganalisa

Susilo Bambang Yudhoyono
Orang dengan garis kelopak mata atas yang tersembuyi merupakan ciri orang dengan kemampuan analisa yang baik. Sedangkan pada orang yang garis pada kelopak mata atas terlihat jelas, merupakan orang yang memiliki kemampuan analisa yang rendah, tetapi cepat bertindak dalam menghadapi masalah.

Pria atau wanita yang analitis seringkali disalah-artikan sebagai orang yang keras kepala karena ia tidak mau mengatakan ya atau tidak, sampai mereka mengetahui seluk beluk permasalahannya. Tetapi mereka pandai dalam menemukan jalan keluar dan membantu orang lain untuk memahami penyebab dan pengaruhnya.

Orang yang cepat bertindak, kurang analitis, akan mencari jalan pintas dan melakukan sesuatu yang nyata tanpa banyak pertimbangan ulang. Ia akan menjadi tenaga paramedis yang baik (mereka melompat dan menyelamatkan orang yang terluka dari kendaraan yang bertabarakan sebelum kendaraan itu meledak, dan tidak memikirkan bagaimana mobil bisa bertabrakan pada persimpangan dengan kecepatan 15 mil/jam).

Yang perlu dilakukan saat berada bersama orang yang analitis :
  • Berikan gambaran jelas sebelum meminta mereka untuk melakukan sesuatu.
  • Ingatlah bahwa anda hanya perlu menjelaskan sekali.
  • Mintalah mereka untuk mencari jalan keluar atau menjelaskan sesuatu pada anda tentang bagaimana dan mengapa (mereka akan dengan senang hati melakukannya).
Yang pelu dilakukan bila sedang bersama orang yang cepat bertindak :
  • Jangan membuat mereka jengkel dengan memberi penjelasan panjang lebar.
  • Bersiaplah untuk tindakan yang langsung dan segera.
  • Bersiaplah melihat sikap dingin mereka dalam menyelesaikan suatu masalah (walaupun bagi sebagian orang, tindakan mereka sangat kasar).
(lihat juga Keras Kepala)

Mata : Persepsi Kritis

Zinedine Zidane
Kemampuan bersikap kritis merupakan contoh utama bahwa tidak ada manusia yang baik atau buruk. Sikap kritis dapat melihat setiap kekurangan, dan mungkin dapat menyelamatkan pesawat ulang-alik dari ledakan. Tetapi bersikap terlalu kritis sudah banyak menghancurkan perkawinan – pasangan anda pada akhirnya jemu dan memutuskan untuk tak mau menerimanya lagi.

Sikap kritis terlihat dari ujung mata bagian luar yang melengkung kebawah. Ia adalah tipe orang yang mengetahui segala sesuatu yang tidak benar (seperti ikatan yang tidak kuat sehingga beban akan jatuh ketika mobil membelok). Ia adalah si inspektur, petugas audit, detektif, pelatih, pemain gelandang dalam sepakbola dan yang berbakat dalam olahraga yang memiliki target.

Tuan dan Nyonya Kritikal juga bisa melihat keuntungan dan kesempatan, dan biasanya berakhir dengan kehidupan yang memadai. Mereka biasanya diletakkan dalam posisi yang membawahi orang lain karena kemampuan mereka untuk melihat lebih dulu apa yang perlu dilakukan. Tetapi mereka perlu berhati-hati agar tidak mengkritik hal-hal pribadi (seperti kehilangan sahabat karena mengatakan bahwa ia perlu melakukan sesuatu untuk mengatasi ketombenya).

Sebaliknya, individu dengan ujung mata mengarah ke luar, menjauhi hidung tidaklah terlalu kritis. Ia adalah kebalikan dari orang yang senang mengeluh atau mencari kesalahan. Mereka lebih mudah diajak berkawan, tetapi seringkali menemui kesulitan karena gagal melihat kekurangan atau kesempatan yang ada.

Yang perlu dilakukan di sekitar individu yang kritis :
  • Minta nasihat bilamana anda membutuhkannya (mereka akan dengan senang hati memberikannya).
  • Jangan tersinggung dengan kritik yang tak diminta. Ingatlah bahwa mereka ditakdirkan demikian (tidak ada kaitannya dengan apakah mereka menyayangi atau menyukai anda). Ingatlah dibalik itu, mereka berhati emas.
  • Cobalah untuk mengatasi masalah yang melibatkan mereka guna menghindari kritikan mereka.
Yang perlu dilakukan di sekitar orang yang tidak kritis :
  • Jangan terlalu percaya nasihat atau evaluasi mereka.
  • Nikmati ketidakmampuan mereka untuk menunjukkan kekurangan anda (yang sebagian besar mungkin telah anda sadari).
  • Sertakan mereka dalam acara-acara kekeluargaan.

Mata : Kadar Emosional

Aishwarya Rai
Bila anda menginginkan orang yang penuh kasih sayang, pilihlah seseorang yang bermata besar dan hangat. Jika anda menginginkan orang yang lugas dan berpikiran logis, pilihlah orang dengan mata yang kecil (syarat ini juga berlaku bagi hewan, seperti disaat memilih hewan peliharaan, anjing yang bisa dimanjakan atau ras cocker spaniel yang penuh kasih sayang).

Setiap manusia mempunyai perasaan, tetapi mereka yang bermata besar lebih terbuka mengekspresikan perasaan. Mereka lebih demontratif dan lebih berkarisma. Mereka lebih banyak tawa, memeluk, bermain mata dan bermanja. Mereka bersorak dan mencemooh saat menyaksikan pertandingan, bertepuk tangan saat menyaksikan opera. Mereka menangis bila menyaksikan film sedih dan bahkan saat menyaksikan upacara penikahan. Mereka mengambil keputusan dalam bisnis berdasar persahabatan atau cinta kasih, kecuali jika ada faktor lain yang lebih baik.

Bila anda ingin mempekerjakan seorang tukang tagih, pilihlah orang dengan mata yang kecil, dingin dan bisa melihat kenyataan. Ia akan dapat menyelesaikan pekerjaan sebagai sesuatu yang rutin dan tidak “menangis tersedu” disaat melihat si penghutang malu dan menderita.

Ada tempat dan waktu dimana setiap ciri bisa menjadi berharga. Seorang ahli bedah seharusnya tidak membiarkan emosi mengalihkan perhatiannya. Karena besarnya pengaruh ini, bila mungkin, ia tidak boleh mengoperasi salah seorang keluarganya sendiri.

Anda bisa menerapkan agar kasih sayang tertuang pada saat bermain cinta. Bagi pihak yang dikasihi, dicintai merupakan faktor utama, dan baru kemudian aspek fisik.

Walaupun kurang menunjukkan perasaannya, perasaan tetap ada dalam diri mereka ini, walaupun tindakannya seolah-olah hanya bersifat biologis saja. Saya teringat akan seorang pendeta yang membawa istri berkonsultasi karena pada saat paling intim dalam perkawinannya, ia bisa dengan tenang makan apel, dan pikirannya tertuju pada hal-hal lain (tindakan yang benar-benar melemahkan gengsi kejantanan suaminya).

Yang perlu diingat kala berada disekitar orang-orang yang emosional :
  • Mereka menganggap segala sesuatunya sebagai indikasi apakah anda menyukai mereka atau tidak. Usahakan agar ekspresi wajah anda tetap tersenyum dan ramah, dengan nada bicara yang bersahabat.
  • Memecahkan ketegangan dengan berucap “Mari kita bicarakan sambil makan siang bersama”. Bicaralah tentang teman-teman yang ia kenal, tentang keadaan mereka, anak-anak dan masa lalu.
  • Hubungi mereka bila anda berada di daerah mereka. Bawakan oleh-oleh untuk nyonya rumah. Ingatlah hari ulang tahun dan ulang tahun pernikahannya. Berdiri ucapkan selamat pada mereka saat perayaan.
Jika berada dekat dengan seseorang yang perasaannya lebih tersembunyi :
  • Ingat bahwa mereka tetap mempunyai perasaan seperti orang lain, hanya lebih samar. “Ada kualitas tersembunyi dalam mereka”. Galilah terus dan anda akan bisa menemukannya.
  • Tidak terlalu mengharap sorak sorai atau kesedihan. Hargailah perasaan yang mereka perlihatkan.
  • Dalam pembicaraan bisnis, siap siaga dan tetaplah pada pokok pembicaraan. Jauhi percakapan tentang perasaan atau keluarga. Bersiaplah menghadapi pembicaraan yang singkat dan selalu utamakan bisnis dari keluarga.
(lihat juga Toleransi, Cerewet dan Pendiam, Ketidaksabaran, dan Simpati)

Mata : Toleransi

Arti kata toleransi dalam hal ini adalah “menerima sedikit variasi dari berat, dimensi, dan hal-hal lain yang telah ditentukan”. Indikasi fisik terhadap ciri-ciri ini adalah jarak di antara kedua mata. Semakin jauh jarak antara mata, semakin luas pandangannya. Semakin dekat letak mata, semakin pendek pandangannya. Ini juga merupakan ciri isomorphic, fungsi yang mengikuti struktur; “iso” berarti sama dan “morph” berarti bentuk.

Mata Toleransi

Pria atau wanita dengan jarak mata yang jauh akan lebih bisa toleran sebelum mengatakan “habis kesabaranku!” dan bersiap bertindak. Mereka lebih santai dan lebih menyenangkan sebagai teman tetapi cenderung untuk menunda-nunda dan membiarkan keadaan memuncak atau tak terkendali. Ia orang yang sangat baik tetapi mudah untuk diperalat. Mereka bermaksud baik tetapi cenderung terlambat untuk bertindak. Mereka selalu ‘terjebak’ dalam tindakan atau situasi yang salah yang tidak disengaja, tetapi diberi kesempatan untuk berkembang. Mereka sering kali dianggap malas. Tetapi memiliki sifat yang baik.

Bentuk mata yang sebaliknya memiliki karakteristik yang sebaliknya pula. Anda akan melihat bahwa orang yang jarak matanya dekat, tampak memandang dengan penuh perhatian dan tergolong perfeksionis. Mereka lebih mudah kecewa bila melihat sesuatu yang tidak sebagaimana mestinya, dan mereka ingin segera memperbaikinya. Mereka memang melakukan tugasnya dengan baik, tetapi berlaku sangat keras terhadap diri sendiri. Mereka sering kali dianggap berpandangan sempit, selalu mengeluh dan sulit dipuaskan, padahal mereka hanya ingin segalanya berjalan sebagaimana mestinya. Akanlah lebih menyenangkan bila mereka menyadari bahwa sesungguhnya mereka hanya bertanggung jawab atas tindakannya sendiri dan bisa berhenti menanggung beban dunia.

Diantara keduanya ada mereka yang “cukup bertoleransi”. Mereka cukup tegas dan berpandangan luas dalam menyelesaikan masalah. Melakukan apa yang seharusnya dilakukan tanpa menunda-nunda ataupun mengeluh. Adil dan mudah menyesuaikan diri, dapat menjadi hakim atau wasit yang baik. Indikator fisiknya adalah, matanya berada dalam posisi yang tepat, tidak terlalu dekat ataupun terlalu jauh.

Yang bisa dilakukan bila berhadapan dengan orang-orang bertoleransi besar :

  • Siap menerima kelambatan dan penampilan yang santai.
  • Menentukan batas waktu dan sering mengingatkan.
  • Menikmati pribadi mereka yang baik dan mudah dipuaskan.

Yang bisa dilakukan bila berhadapan dengan orang bertoleransi rendah :

  • Berhati-hati baik pada penampilan maupun tutur kata anda.
  • Tepat waktu.
  • Siap menghadapi kemarahan dan reaksi yang berlebihan.
  • Percayakan pada mereka hal-hal yang perlu dibenahi dan kalau mungkin, tempatkan mereka dalam posisi pengawas.
Di sekitar orang yang memiliki kadar toleransi yang tepat, anda bisa rileks dan bila anda ingin mengetahui cara yang adil untuk melakukan sesuatu, tanyakan pada mereka.

(lihat juga Berpikir Serius, Kadar Emosional, Cerewet dan Pendiam, Ketidaksabaran, dan Kepemimpinan)