- Tekanan darah tinggi
- Kolesterol tinggi
- Kelebihan berat badan (overweight)
- Perokok
- Tidak berolahraga secara teratur
- Sebelumnya sudah pernah mengalami serangan jantung, stroke atau operasi jantung.
- Memiliki riwayat keluarga penyakit jantung
Rabu, 17 Maret 2010
Tidur Pada Usia 40-an itu Penting untuk Kesehatan Jantung
Sabtu, 09 Januari 2010
Serangan Jantung: Faktor Resiko, Apa yang Harus Anda Lakukan, Bagaimana Menghindarinya?
Faktor risiko serangan jantung
- Merokok (baca tentang merokok dan kesehatan dan tip-tipsnya)
- Diabetes
- Usia - Risiko akan meningkat pada laki-laki dengan usia diatas 45 tahun dan pada wanita dengan usia lebih dari 55 tahun (atau setelah menopause). Sekitar 83% dari orang yang meninggal karena penyakit jantung berusia 65 tahun atau lebih.
- Tingkat kolesterol yang tinggi tinggi
- Tekanan darah tinggi
- Riwayat keluarga dengan serangan jantung
- Ras – ras atau suku dengan resiko lebih tinggi mengalami serangan jantung antara lain: Afrika-Amerika, Meksiko-Amerika, penduduk asli Amerika dan Hawaii asli.
- Aterosklerosis (pengerasan pembuluh darah)
- Kurang olahraga
- Stres (manajemen stress)
- Obesitas
- Sex (Jenis Kelamin/gender) – cenderung lebih banyak laki-laki yang yang beresiko terkena serangan jantung daripada wanita, meskipun penyakit jantung adalah penyebab utama kematian wanita di Amerika.
- Berhenti merokok. Dokter dapat membantu anda membuat perencanaan dan program berhenti merokok. (Jika anda tidak merokok, jangan coba untuk memulainya!)
- Kebiasaan Makan/diet yang sehat. Mengurangi makanan tinggi lemak jenuh dan natrium (garam) untuk menurunkan kolesterol dan tekanan darah. Sebuah diet Mediterania juga merupakan pilihan yang sangat sehat. Tanyakan kepada dokter anda tentang cara untuk memperbaiki diet Anda.
- Kontrol gula darah anda jika anda memiliki diabetes.
- Olahraga. Mungkin terdengar sulit jika anda belum pernah atau sudah lama tidak berolahraga, tapi cobalah untuk melakukannya sampai dengan 30 - 60 menit olahraga aerobik (yang akan meningkatkan denyut jantung anda) 4 sampai 6 kali dala seminggu.
- Turunkan berat badan jika berat badan anda berlebihan (overweight). Dokter dapat membantu memberi saran tentang cara yang paling baik untuk menurunkan berat badan.
- Kontrol dan kendalikan tekanan darah anda jika anda memiliki hipertensi.
Kamis, 31 Desember 2009
Tanda dan Gejala Peringatan Serangan Jantung (Warning Sign)
Ketidaknyamanan pada dada (Chest discomfort)
Rabu, 09 Desember 2009
Pengobatan Depresi Bisa Membantu Menyehatkan Jantung
- Selama dua minggu terakhir, apakah Anda merasa hanya sedikit dalam ketertarikan atau kesenangan dalam melakukan sesuatu?
- Selama dua minggu terakhir, apakah Anda merasa down, depresi, atau putus asa?
Minggu, 28 Juni 2009
Lima Makanan Super Top dan Sehat Bagi Wanita (Semua Usia)
Sabtu, 27 Juni 2009
Pencegahan Hipertensi Selama Kehamilan, Langkah-langkah Mengontrol Tekanan Darah Sebelum dan Ketika Hamil
- Pastikan tekanan darah anda berada dibawah kontrol (tetap dalam ukuran normal). Perubahan-perubahan gaya hidup seperti membatasi intake garam, melakukan aktifitas fisik secara teratur, dan juga menurunkan berat badan apabila anda overweight (kelebihan berat badan) bisa sangat membantu.
- Diskusikan dan konsultasikan dengan dokter bagaimana hipertensi bisa berpengaruh pada bayi dan anda sendiri selama kehamilan, dan apa saja yang dapat anda lakukan untuk mencegah atau mengurangi masalah tersebut.
- Apabila anda saat ini minum obat-obat untuk tekanan darah anda, tanyakan pada dokter apakah sebaiknya perlu merubah jumlah yang anda minum atau menghentikannya selama kehamilan. Saat ini para ahli menyarankan untuk menghindari obat angiotensin-converting enzyme (ACE) inhibitors and Angiotensin II (AII) receptor antagonists selama kehamilan, obat-obat jenis lain untuk tekanan darah mungkin tidak menjadi masalah dan “ok” untuk anda gunakan. Jangan menghentikan atau merubah obat-obat yang anda minum kecuali atas anjuran atau advice dokter.
- Dapatkan perawatan medis prenatal (regular prenatal medical care) dengan layak dan teratur.
- Lakukan olahraga selama kehamilan.
- Hindari penggunaan alkohol dan produk tobacco (tembakau).
- Konsultasikan dengan dokter mengenai apapun obat-obat yang dijual bebas di apotek yang anda minum atau anda berpikir ingin menggunakannya.
Kamis, 18 Juni 2009
Mengapa Kita Perlu Olahraga Aerobik
Sabtu, 13 Juni 2009
Tips Sehat Berolahraga Bagi Penderita Penyakit Jantung
- Tetapkan sebuah tujuan setidaknya 30 menit (dan sampai 60 menit) olahraga aerobik intensitas ringan sampai sedang (seperti berjalan, bersepeda, dan lainnya) 3 hingga 5 hari dalam satu pekan.
- Tambahkan dalam aktifitas harian anda (seperti berkebun, menaiki tangga manual, pekerjaan rumah tangga, dan lain sejenisnya) untuk mencapai aktifitas maksimum 5 sampai 6 jam setiap minggu.
- Setelah dua sampai empat minggu dengan program olahraga aerobik, mulailah menambahkan latihan olahraga daya tahan/olahraga beban (resistance). Mulai dengan satu set tunggal 8-15 rep/repetition dari 8-10 latihan yang berbeda dengan mengggunakan beban yang ringan. Lakukan ini secara rutin dua sampai tiga kali seminggu. Pada penderita yang lebih muda, dan lebih sehat bisa melakukan 8-12 repetitions dengan tingkat resistance yang lebih tinggi. Orang tua harus tetap dengan beban yang lebih ringan, tetapi dengan melakukan 10/15 repetition pada setiap latihan.
- Sebuah ciri khas rutin sebaiknya menargetkan kelompok-kelompok otot utama anda. Anda mungkin perlu berkonsultasi dengan pelatih pribadi yang betul-betul mengenal baik kondisi tubuh anda.
Senin, 22 Desember 2008
Gagal Jantung Kongestif: Penyebab, Bagaimana Agar Tetap Sehat dan Keluar Dari Perawatan Di Rumah Sakit.
- Tekanan darah tinggi yang tidak terkontrol.
- Serangan jantung (heart attack).
- Terlalu banyak alkohol pada alkoholisme.
- Infeksi virus pada jantung.
- Nafas pendek yang bertambah buruk.
- Bertambahnya berat badan lebih dari 5 pound dalam satu minggu.
- Pembengkakan kaki dimana hal ini baru terjadi pertama kalinya pada anda.
- Batuk atau timbul suara wheezing atau mengi pada malam hari,
- Nyeri dada atau terasa berat pada dada.
- Terdapat efek samping dari obat yang anda minum.
- Gagal menurunkan berat badan bahkan setelah anda meminum obat diuretik ( obat kencing)
Sabtu, 14 Juli 2007
Kandungan Trans Fatty Acid dalam Makanan
Apakah trans fat itu dan apa buruknya bagi kesehatan? Trans fat berperan seperti lemak jenuh, yaitu dapat meningkatkan kolesterol LDL (lemak jahat) sehingga dapat meningkatkan risiko penyakit jantung koroner. Trans fat terdapat pada berbagai jenis makanan yang juga mengandung lemak jenuh tinggi, misalnya margarin, crackers, permen, kue, cookies, makanan ringan, goreng-gorengan, dan berbagai jenis makanan yang diproses dengan mencampurkan minyak sayur yang terhidrogenasi.
Trans fat terbentuk saat hidrogen dicampurkan ke dalam minyak sayur yang disebut hidrogenasi. Hidrogenasi dapat meningkatkan daya tahan dan kestablian rasa dari makanan yang mengandung lemak tersebut.
Dengan meneliti daftar nutrisi yang terdapat pada kemasan makanan, maka kita dapat memilih makanan yang memiliki kandungan lemak jenuh, trans fat, dan kolesterol yang lebih rendah. Untuk lemak jenuh dan kolesterol, gunakanlah petunjuk produk yang mencantumkan tulisan 5% atau kurang untuk kandungan lemaknya. Jika pada produk tersebut mengandung lemak lebih dari 20% untuk lemak jenuh dan kolesterol, maka dikatakan lemaknya sudah sangat tinggi.
Jika makanan yang dikonsumsi tertera label bertuliskan lemak jenuh atau trans fat diubah menjadi bentuk mono atau polyunsaturated fat, itu artinya lemak tersebut tidak menyebabkan peningkatan kolesterol LDL (lemak jahat) atau dikatakan tidak menimbulkan bahaya peningkatan kadar kolesterol. Makanan yang memiliki kandungan monounsaturated fat terdiri dari minyak zaitun dan minyak jagung, sedangkan sumber polyunsaturated fat terdiri dari kacang kedelai, jagung, minyak bunga matahari, dan berbagai jenis kacang-kacangan. Pilihlah minyak sayur yang berasal dari kelapa dan minyak biji palm.
Pertimbangkan juga untuk mengonsumsi ikan. Beberapa penelitian menyebutkan bahwa konsumsi dua potong ikan per minggu dapat menurunkan risiko penyakit jantung koroner. Sebagian besar jenis ikan memang mengandung lemak jenuh yang lebih rendah dibandingkan dengan daging. Yang temasuk ikan dengan lemak tak jenuh yaitu makarel, sarden dan salmon, yang juga mengandung asam lemak omega-3.
Selain itu, pilihlah makanan rendah lemak jenuh seperti produk yang mencantumkan label bebas lemak trans atau lemak 1%, daging bebas lemak, daging unggas tanpa kulit, gandum, sayuran dan buah-buahan. Cobalah untuk mengonsumsi kurang dari 10% lemak jenuh dan kurang dari 300 mg kolesterol per hari serta mengurangi sesedikit mungkin makanan yang mengandung trans fat.
Sumber : InfoSehat
Jumat, 22 Juni 2007
10 Jenis Makanan Anti Kolesterol
Mengonsumsi makanan nabati bisa meningkatkan asupan protein nabati yang berkhasiat menurunkan kadar kolesterol berlebih.
Ingin tahu makanan apa saja yang bersifat antikolesterol? Simak tips di bawah ini yang diambil dari berbagai sumber.
- Jamur.
Kaya kromium, mineral yang membantu memecah lemak menjadi senyawa sederhana, yakni asam-asam lemak. Aktivitas ini membantu menyusutkan kadar lemak jahat (LDL), dan meningkatkan kadar lemak baik (HDL). Sumber lain kromium adalah kacang-kacangan, seperti kenari, kacang tanah, kacang mete, dan kacang almond. - Kwaci Tawar.
Selama ini kuaci kita sepelekan, padahal berlimpah zat tembaga. Pola makan rendah asupan tembaga berkaitan dengan naiknya kadar kolesterol jahat LDL, dan terbatasnya kolesterol baik HDL. Seringlah makan kwaci, terutama yang tawar, baik kuaci biji labu maupun biji bunga matahari. - Jeruk Nipis.
Di antara beragam jenis jeruk, jeruk nipis atau jeruk lemon adalah yang paling banyak mengandung flavonoid. Senyawa ini mampu menghambat produkdi LDL berlebihan sehingga mengurangi risiko serangan jantung. Flavonoid bisa pula diperoleh dalam teh, brokoli, tomat, kedelai, bawang berlapis-lapis seperti bawang merah dan bawang bombai serta delima. - Apel.
Serat larut yang banyak terdapat dalam apel merupakan sumber betaglukan (beta glucan). Di dalam tubuh, betaglukan ikut berperan mengontrol penyerapan dan produksi kolesterol. Sumber lain pepaya, buah-buahan yang dimakan bersama kulitnya (apel dan pir), wortel, kapri dan sayuran polong-polongan lain pada umumnya (buncis, kecipir, dan kacang panjang), polong-polongan kering (kacang hijau, kacang merah, dan kacang tolo), serta beras merah - Ikan Tuna.
Termasuk sumber asam lemak omega-3 yang populer, selain salmon dan makarel. Omega-3 secara khusus melindungi tubuh terhadap kenaikan kadar kolesterol jahat LDL. - Jambu Biji Lokal Merah.
Sama seperti semangka merah dan tomat merah, jambu biji lokal merah kaya likopen. Likopen ikut berperan dalam mengendalikan produksi kolesterol. - Alpukat.
Asam pantotenat merupakan senyawa paling menonjol dalam alpukat yang berperan meredam kadar kolesterol darah. - Tempe.
Makanan rakyat ini berlimpah senyawa fitokimiawi isoflavon yang bersifat antikolesterol. Banyak juga terdapat dalam tahu dan susu kedelai. - Kacang Tanah
Kacang kulit, yakni kacang tanah berkulit yang dipanggang dalam oven. Camilan ini berlimpah lemak sehat sekaligus kaya vitamin E, yang bisa 'mengunci' radikal bebas agar tidak merusak kolesterol jahat LDL, sehingga pembentukan plak di dinding pembuluh darah dapat dihindari dan mencegah serangan jantung. - Mangga.
Vitamin C banyak terdapat dalam mangga. Sumber lainnya: belimbing, aneka jenis jeruk (jeruk bali, jeruk keprok, dan lain-lain), kedondong, pepaya, rambutan, stroberi, dan kiwi. Vitamin C mencegah kolesterol jahat LDL teroksidasi, sehingga menghindarkan terbentuknya plak di dinding pembuluh darah.
Artikel Sponsor : VCD Belajar Sulap
Kamis, 31 Mei 2007
Gandum, Baik untuk Kesehatan Jantung
Bagi Anda yang sangat memperhatikan kesehatan jantung, sebaiknya mulailah untuk mengganti menu sarapan Anda dengan sereal yang mengandung biji padi atau gandum. Menurut sebuah studi terbaru, risiko serangan jantung bisa dikurangi dengan rutin mengonsumsi sereal gandum.
Makanan yang mengandung biji-bijian diketahui memiliki kandungan serat, kaya akan vitamin, mineral serta antioksidan. Dari analisa yang dilakukan kepada lebih dari 10.000 dokter di AS, diketahui bahwa mereka yang rutin sarapan dengan sereal gandum atau biji padi setiap hari, risiko terjadinya gangguan jantung berkurang hingga 28%.
Dokter yang mengonsumsi gandum sebagai sarapan 2-5 kali seminggu, risiko gangguan jantungnya berkurang hingga 22%. Sedangkan mereka yang hanya mengonsumsi gandum seminggu sekali, risikonya turun menjadi 14%.
Manfaat positif dari sereal gandum bukan hanya untuk anak-anak, tapi juga orang dewasa. Sereal yang terbuat dari gandum atau biji padi memang kaya akan serat yang efektif menurunkan tekanan darah serta kolesterol jahat, dan juga menghindari serangan jantung.
Sumber : Info Sehat